|
Tafsir Ringkas QS An-Naas |
|
Ditulis oleh Ahmad Mudzoffar Jufri, MA
|
|
”Katakanlah : Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Ilah manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An-Naas: 1-6) Pendahuluan Surat An-Naas adalah surat terakhir sesuai urutan dalam Mushhaf Al Qur’an namun bukan terakhir menurut urutan turunnya wahyu karena surat ini termasuk kategori surat makkiyah, yakni yang turun pada periode Mekkah. Surat An-Naas merupakan salah satu dari al-mu’awwidzaat (surat-surat perlindungan, yakni Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas) dan juga al-mu’awwidzatain (dua surat perlindungan, yakni Al-Falaq dan An-Naas) dimana Allah SWT memberi arahan kepada orang-orang yang beriman agar senantiasa memohon penjagaan dan perlindungan kepada-Nya dari segala kejahatan, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi, yang diketahui ataupun yang tidak diketahui, secara umum dan global ataupun secara khusus. |
|
Baca selengkapnya
|
|
|
Tafsir Ringkas QS Al-Fatihah |
|
Ditulis oleh Ahmad Mudzoffar Jufri, MA
|
|
(1) Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (4) Yang menguasai Hari Pembalasan. (5) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus. (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Para ulama berbeda pendapat tentang apakah Al-Fatihah makkiyah ataukah madaniyah. Dalam hal ini, terdapat tiga pendapat. Pendapat pertama, sebagaimana yang dianut oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya, mengatakan bahwa Al-Fatihah adalah surat makkiyah. Pendapat kedua, sebagaimana yang dianut oleh Abu Hurairah dan yang lainnya, mengatakan bahwa Al-Fatihah adalah surat madaniyah. Sedangkan pendapat ketiga mengatakan bahwa Al-Fatihah diturunkan dua kali, pertama di Mekkah dan selanjutnya di Madinah. Ibnu Katsir lebih menguatkan pendapat pertama, yakni yang mengatakan bahwa Al-Fatihah adalah surat makkiyah, yakni surat yang turun di Makkah sebelum peristiwa hijrah, dan bukan surat madaniyah. |
|
Baca selengkapnya
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 7 - 10 dari 10 |