Hukum Memancing Tanggung Bersama

Lain-lain, 20 September 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan nama Saya Beni, saya tinggal di Lombok. Saat ini saya mempunyai hobi baru yaitu memancing. Ada beberapa hal yang mengganjal apakah memancing itu diperbolehkan atau malah haram hukumnya.

Ada 2 kondisi tipe mancing disini:

1. Membayar sejumlah uang dengan nominal tertentu. Kemudian yang Pemancing terbanyak akan mendapatkan hadiah. Ikan dikembalikan lagi ke Kolam.

2. Memancing secara bersama2 dengan membayar uang mancing dengan nominal tertentu. Kemudian waktu mancing dibatasi selama 3 Jam. Kemudian seluruh ikan yang didapat ditimbang dan dirata2. Rata2 berat yang didapat di bebankan ke masing2  pemancing untuk membayar berat rata2 x harga ikan per Kg nya.

Untuk kondisi pertama jelas hukumnyayaitu HARAM , yang ingin saya tanyakan terkait kondisi mancing yang ke -2

terimakasih



-- Beni (Selong Lombok Timur)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Hukum memancing adalah mubah. Menjadi bermasalah ketika ada keterlibatan dengan orang lain dalam kegiatan memancing ini. Ada penyedia kolam ikan, ada pemancing dan ada uang yang harus dibayarkan. Maka harus jelas akad antara pemilik kolam, pemancing dan antar sesama pemancing .

Pada kasus kedua, yaitu memancing secara bersama-sama, setiap pemancing membayar uang mancing atau tiket masuk dengan nominal tertentu. Kemudian waktu mancing dibatasi selama 3 jam. Kemudian seluruh ikan yang didapat oleh semua pemancing ditimbang dan dirata-rata. Rata-rata berat yang didapat di bebankan ke masing-masing pemancing untuk membayar berat rata-rata, kali harga ikan perkilogramnya. Dengan sistem seperti itu ada pemancing yang dirugikan dan ada yang diuntungkan.

Sebagai contoh: Ada tiga pemancing, masuk ke tempat pemancingan dengan membayar uang mancing atau tiket masuk. Kemudian ketiga pemancing ini memancing tiga jam. Ketika waktu habis, semua hasil memancing dari masing-masing pemancing ditimbang. Pemancing A mendapat ikan 4 kg, pemancing B mendapat 2 kg dan pemancing C tidak memperoleh ikan sama sekali. Total yang didapat: 6 kg.  Jika dibagi rata-rata, maka setiap pemancing mendapat 2 kg. Jika harga ikan perkilo Rp. 20.000. Maka total uang yang harus dibayar: Rp. 120.000. Dibagi tiga pemancing, setiap pemancing membayar: Rp. 40.000.

Pemancing A diuntungkan karena dia membayar lebih kecil dari yang seharusnya, sementara pemancing B dan C dirugikan karena harus membayar lebih besar dari yang seharusnya. Dalam kegiatan mincing seperti ini, ada unsur gambling atau judi. Atas dasar itu, maka bisa disimpulkan bahwa cara memancing seperti itu haram hukumnya, karena sama dengan judi. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc