Was Was Kata Talak

Pernikahan & Keluarga, 18 November 2022

Pertanyaan:

 Assalamualaikum ustad saya mau nanya tentang talak

1. saya bertanya kepada suami apakah pernikahan kita masih sah,,, suami menjawab masih sah lah karena aku belum pernah bilang talak ... Saya masih ragu,,, lalu  saya bertanya lagi dari kamar mandi suami menjelaskan dengan kata talak kamu,,, apakah dengan tidak langsung terjadi talak

2. aku tidak akan menyentuhmu apakah terjadi talak???

3. kita cerai Apakah sudah terjadi talak????



-- Mida (Dharmasraya)

Jawaban:

Wa alikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sebelum menjawab semua pertanyaan diatas, terlebih dahulu perlu diterangkan masalah talak.

Talak  secara bahasa artinya membiarkan dan meninggalkan

Talak secara istilah artinya: melepas ikatan perkawinan dan menyudahi hubungan perkawinan. Talak hanya terjadi dari pihak suami, kalau istri yang mengajukan perceraian, itu namanya khulu’ atau gugatan cerai.

Kapan talak itu jatuh? Para ulama sepakat bahwa talak akan jatuh secara sah jika seorang suami yang berakal, baligh dan menjatuhkannya atas pilihannya sendiri. Adapun jika suami sedang tidak berakal/gila/mabuk, atau masih belum baligh atau terpaksa, main-main, lupa atau terucap spontan tanpa sengaja, maka talaknya diperselisihkan.

Lafadz apa yang sah dipakai untuk talak? Apakah semua kata bisa dipakai untuk talak?

Lafatdz talak ada dua macam yaitu lafadz sharih atau tegas dan lugas, contohnya: “ kamu saya talak", "kamu saya ceraikan “dan lafadz kinayah atau kiasan, kalimat tidak langsung. contohnya:”kamu pulang saja ke rumah orangtuamu”. Kalimat itu bisa dimaknai talak bisa pula tidak.

Para ulama sepakat, talak yang menggunakan lafat sharih/tegas dan lugas dan diucapkan dalam keadaan sadar dari suami yang sudah balik dan tidak dalam keadaan terpaksa, maka talaknya sah.

Menjawab pertanyaan pertama: apakah dialog dan Tanya jawab antara anda dan suami hanya sekedar minta penjelasan saja ataukah  suami anda menjatuhkan talak kepada anda? Jika dialog dan Tanya jawab hanya sekedar meminta penjelasan dan bukan untuk menceraikan anda, maka tidak jatuh talak, meskipun dalan penjelasan itu diucapkan kata talak atau cerai dan lain sebagainya.

Menjawab pertanyaan yang kedua dapat kami sampaikan bahwa kalimat “aku tidak akan menyentuhmu”. Adalah kalimat kinayah, yang bisa jadi talak atau tidak tergantung niat yang mengucapkannya. Jika niat dan maksudnya adalah talak, maka jatuhlah talak, jika niatnya bukan talak, maka tidak terjadi talak.

Menjawab pertanyaan yang ketiga dapat kami sampaikan bahwa kata “kita cerai”  harus dilihat konteknya atau situasi dan kondisi kalimat itu saat diucapkan. Karena situasi dan kondisi itu akan memperjelas maksud dan makna dari kalimat tersebut. Jika makna dan maksudnya adalah menceraikan dan memisahkan suami dan isteri, maka jatuhlah talak. Jika tidak ada makna talak, maka tidak jatuh talak. Wallahu alam bishowab.(as)



-- Amin Syukroni, Lc