Saya seorang istri dengan 3 orang anak saya bekerja karena tuntutan kebutuhan hidup sedangkan suami saya tidak bekerja sehingga tidak memberi nafkah lahir batin, suami saya orangnya temperamental kalo di tegur tau anak minta uang jajan pasti ujung-ujungnya marah trus akan berlanjut dengan kami bertengkar saya bingung bagaimana cara saya untuk bisa ngomong baik2 dengan suami kalau belum apa2 sudah marah dulu Saya pusing mikirin kebutuhan hidup sehari-hari sendiri, apakah solusi terbaik ykami, sebelumnya terimakasih
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Salah satu tujuan pernikahan adalah meraih kebahagiaan dan ketentraman hati lewat keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Keluarga yang penuh kasih sayang dan ketentraman hidup.
Untuk mencapai tujuan itu, Allah membagi peran suami dan isteri. Suami menjadi kepala keluarga dan tulang punggunggung keluarga yang bertugas memenuhi kebuthan keluarga dan mencukupi kebutuhan nafkah anak dan isterinya. Sementara tugas isteri adalah mengurusi rumah tangga suaminya dan mengasuh anak-anaknya. Rasulullah saw bersabda:
ÙƒÙلّÙÙƒÙمْ رَاع٠ÙَمَسْئÙولٌ عَنْ رَعÙيَّتÙÙ‡ÙØŒ ÙَالأَمÙير٠الَّذÙÙŠ عَلَى النَّاس٠رَاع٠وَهÙÙˆÙŽ مَسْئÙولٌ عَنْهÙمْ، وَالرَّجÙل٠رَاع٠عَلَى أَهْل٠بَيْتÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ مَسْئÙولٌ عَنْهÙمْ، وَالمَرْأَة٠رَاعÙيَةٌ عَلَى بَيْت٠بَعْلÙهَا وَوَلَدÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙŠÙŽ مَسْئÙولَةٌ عَنْهÙمْ، وَالعَبْد٠رَاع٠عَلَى Ù…ÙŽØ§Ù„Ù Ø³ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¯ÙÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ مَسْئÙولٌ Ø¹ÙŽÙ†Ù’Ù‡ÙØŒ أَلاَ ÙÙŽÙƒÙلّÙÙƒÙمْ رَاع٠وَكÙلّÙÙƒÙمْ مَسْئÙولٌ عَنْ رَعÙيَّتÙÙ‡Ù
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika suami tidak tidak bisa menjalankan tugasnya dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya. Maka keluarga itu ibarat burung yang kehilangan satu sayapnya. Apakah anda mau menerima keadaat itu atau tidak, semua berpulang kepada keputusan anda sendiri.
Jika dulu suami anda bekerja dan mampu menghidupi keluarga dengan baik,dan baru sekarang dia tidak mampu menafkahi anda dan keluarga, sebaiknya anda bisa bersabar sampai suami anda bisa bekerja kembali. Bantulah dia mencari pekerjaan yang membuatnya berdaya dan berpenghasilan, dan sementara anda pakai penghasilan anda untuk menafkahi keluarga.
Jika suami anda sejak awal pernikahan hingga mempunyai anak tiga tidak bekerja dan tidak pula menafkahi keluarga, sebaiknya anda bisa meminta cerai jika anda tidak lagi mampu menjalani kehidupan keluarga dengan kondisi seperti itu. Daripada terjadi kedhaliman dan kemaksiatan dalam keluarga. Wallahu a’lam bishowab. (as)