Suami Sering Mukul Saat Hamil Anak Pertama Sampai Saat Ini

Pernikahan & Keluarga, 27 Maret 2023

Pertanyaan:

Saya menikah sudah 5 tahun 1 bln

Awal nikah suami masih punya pacar yg status pacarnya masih punya suami dan anak. Nikah aku langsung dikarunia anak, saat usia kandungan 7 bln aku dipukul bahkan dicekek kehabisan nafas. Berkelanjutan bgtu juga punya anak ke 2 dan ke 3. Skrg saya juga baru dipukul dibagian kepala sebelah kiri dimana 3 anak sy tidur daan posissi mereka sakit. Singkat cerita suami menanyakan uang yg dikasih ke sy kenapa sisa 200rb sedangkan. Padahal sdh sy rincikan pengellluaran dibuku tulis... tetapi suami tetap tidak percaya. Seaakan2 sy  pake uang buat foyah2 gak jelas.



-- Nur Aini (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kekerasan dalam keluarga sering kali terjadi karena adanya ketidakpuasan dari salah satu pasangan. Penyebab ketidakpuasan itu bisa jadi karena kesalahpahaman dan buruk sangka. Seperti kekerasan yang terjadi dan  menimpa anda.

Seringkali masalah pengelolaan keuangan menjadi sumber masalah suami dan isteri. Suami merasa telah cukup memberi nafkah, tetapi ketika dikelola oleh isteri, dia merasa isteri terlalu boros, sehingga menimbulkan kemarahan yang berujung pada kekerasan fisik.

Untuk meminimalisir kekerasan suami kepada anda, sebaiknya anda mengenali apa saja yang menjadi penyebab kemarahan suami anda. Ketika segala penyebab kemarahan itu dapat dihindari, maka akan hilang pula penyebab timbulnya amarah yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan fisik.

Kekerasan fisik yang dilakukan suami kepada anda merupakan kesalahan besar seorang suami kepada isterinya. Sebaiknya ada orang yang memberikan nasehat kepadanya agar tidak terulang kembali kekerasan yang sama atau yang lebih parah daripada itu. Suami yang baik adalah suami yang bersikap baik kepada isterinya dan anak-anaknya. Rasulullah saw bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

 “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as).



-- Amin Syukroni, Lc