Pertanyaan:
Asalamualaikum..Bapak/ibu saya mau konsultasi. Saya langsung aja kepermasalahannya. Sy seorang wanita (26 thn), sudah berkeinginan untuk menikah tapi gagal. Bapak sudah meninggal. Ibu dan kakak tidak merestui hubungan saya dengan si A (pacar saya) yg telah menghamili saya. Awalnya karena kaget mendengar saya hamil dluar nkah. Beliau baru tahu waktu usia kandungn saya berusia 6 bln. Beliau mendengar semua itu dari orang lain. Awalnya si A g berani bilang k keluargax n g mau ngadep k keluargaq. Saya sendiri mau bilang k ibu juga takut. Saya sangat khilaf dengan perbuatan ini Setelah semua tahu kehamilanq, semua keluarga menginginkan saya tinggal di jakarta (drmh mb). Sesampai d jakarta saya g bisa komunikasi dengan si A. Si A ngadep k saudaranya ibu mau tanggung jawab tapi ibu marah2 dan tidak merestuinya. Saya lahiran d jkt,saya g bs komunikasi sm si A jd dy g th klo anakx lahir. sampai umur 4bln anak saya saya rawat sendiri.1bln setelah hbs lahir ibu jenguk kelahiran anak saya tapi beliau marah n kyak g menganggap anakq itu cu2nya,beliau cuek.beliau drmh mb cuman 1minggu. Waktu hari raya saya plng k rmh ibu (lamongan) tapi anak saya diti2pin drmh mertua mb. Tiap mlm saya menangis merasa berdosa tidak bisa merawat anak saya. Tapi klo saya bawa k rmh ibu juga memikirkan hati ibu. Sampai berbulan bulan saya drumah dan tidak pernah merawat anak saya. Sampai berbulan bulan drumah ibu tidak pernah menanyakan anak saya. Seiring berjalannya waktu saya komuniksai lagi sama si A. Saya bingung dengan keadaan ibu saya,dulunya saya kira beliau nrima tp ternyata tidak. Kita ingin balik lagi n ingin menghapus dosa dengan memulai rumah tangga n bisa merawat anak saya tapi ibu te2p tidak merestui. Saya tahu hati ibu kayak gimana tapi ibu juga tidak pernah ngertiin anak saya. Saya menginginkan marah sama saya its oke tapi jangan marah ke anak saya.
Mohon solusinya:
1. Apa saya berdosa tidak merawat anak saya?padahal anak saya masih membutuhkan kasih sayang saya dan saya merasa berdosa.
2. Bagaimana hukumnya saya nikah tanpa restu seorang ibu?
3. Siapa yang harus saya pilih ibu pa anak?
4. Apa yang saya harus lakukan untuk menebus dosa seorang pezina?
Sebelumnya saya sampaikan terima kasih atas solusinya.
--
Fajar Wiyaningsih (Tangerang)
Jawaban:
Wa'alaikumussalam wrwb.
Taubat adalah satu-satunya cara untuk membersihkan dosa besar "zina" yang telah anda lakukan, dengan cara ; menyesali dengan sungguh-sungguh atas dosa tersebut, berjanji kepada Allah untuk tidak akan mengulang kembali perbuatan dosa tersebut, lakukan itu dengan niat suci ingin mendapatkan ridho Allah, banyak ber-istighfar.
Dan jangan pernah memaksakan diri untuk menikah dengan tanpa ada restu dari ibu, untuk itu upayakan untuk berbaik-baik dengan ibu dengan maksimal, meskipun harus banyak mengalah dalam banyak hal ( termasuk berpisah dengan anak untuk sementara)
Dan yang lebih penting lagi, sambil melakukan semua yang disebutkan, jangan lupa untuk lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah, dengan berupaya untuk beribadah yang benar dan maksimal ( yang wajib dan sunnah ), berdo'a untuk kebaikan diri, anak dan ibu serta keluarga semua
Semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, membimbing kejalan yang diridhoi-Nya
Wallahu a'lam bishshawab
Wassalaamu 'alaikum wrwb
--
Agung Cahyadi, MA