Pernikahan,was-was Dan Penyakit Di Dada

Pernikahan & Keluarga, 12 November 2012

Pertanyaan:

Assalammualaikum wr.wb.
Ust ada pertanyaan yang ingin ana tanyakan sebelumnya ana akan ceritakan kondisi ana, ana menderita penyakit menahun dan ana juga menderita penyakit was-was yang cukup parah, kadang-kadang ana mandi wajib sampai 2 kali karena merasa ada bagian tubuh yang tidak kena air, bahkan sampai hamper 1 jam mandi wajibnya, lalu setiap wudhu ana sampai berkali-kali, lalu ketika sholat juga ana membaca alfatihah sampai berkali-kali karena merasa kurang mantap atau ada yang kelewat ayatnya dalam masalah lainnya juga kadang-kadang ada was-wasnya. Membaca attahiyat akhir juga demikian. Dan ana juga sering mengatakan kepada istri, “umi kalau nanti abi sudah tidak ada (meninggal) terserah umi mau nikah lagi atau tidak (karena ana sedang sakit menahun). Suatu ketika ana ditimpa cemburu buta dan syaithan membisiki hati ana, sehingga ana su udzhon sama istri jangan-jangan istri sudah punya calon atau tertarik sama ikhwan lain, lalu ana berkata demikian :

1. “ umi abi ikhlas umi nikah lagi, abi takut abi akhir hidupnya tidak khusnul khotimah”(sebenarnya ana lupa apakah redaksinya pakai kata mau atau tidak,contoh “abi ikhlas umi mau nikah lagi”)Niat ana tidak talak ust, niat ana ikhlas kalau istri nikah lagi dan niat ana kaitkan dengan kematian agar istri jangan memikirkan ikhwan lain dulu tapi pikirkan kematian dan niat ana juga agar istri simpati sama ana. Lalu ana minta maaf sama istri. Dan kata istri, istri ana tidak mendengar perkataan ana itu karena lagi mengurus anak karena saat itu anak lagi sakit dan menangis, lalu ana bilang ana sayang istri dan anak kita ana mau panjang umur dan hidup bersama istri ana dan anak ana di dunia dan berkumpul lagi di surga Allah SWT kelak. lalu istri ana juga bilang demikian, istri ana sayang banget sama ana dan mau selalu menemani ana dalam keadaan lapang maupun sempit isnya Allah. Lalu ana bertanya kepada 3 orang ust yang semua jawabannya sama, ana bertanya kepada Ust Agus salim Lc (Mudir Lembaga Studi Islam Dan Bahasa Arab cibinong bogor), Ust Fatih Spdi (Ketua Dewan struktural harakah sunniyah untuk masyarakat islam) dan kepada Ust Muhammadun Lc MA (salah satu dosen LIPIA Jakarta), kata mereka bertiga tidak jatuh talak. Lalu kalau pendapat ust bagaimana? Apakah benar tidak jatuh talak? Ana takut ust, dan ana sayang istri dan anak ana……….

2. Pertanyaan kedua ini, terjadi sebelum ana bertanya kepada tiga orang ust yang telah ana sebutkan tadi, ketika itu ana baru belajar bab talak dan ana baru tahu kalau talak itu ada yang sharih dan ghoiri sharih, lalu syaithan memberikan was-was ana, “jangan-jangan kejadian dulu (pada pertanyaan pertama) termasuk kata-kata yang sharih, tapi seperti yang ana sebutkaan di pertanyaan awal ana, ana lupa pakai kata mau atau tidak.kejadian pertama membuat ana sedih dan menyesal karena ana sayang sama istri dan anak ana, lalu beberapa beberapa kali menangis sampai mau pingsan di tambah lagi rasa was-was, apakah pakai kata mau atau tidak yakh, lalu ana ucapkan satu-satu dengan niat untuk lebih mengingat pakai kata mau atau tidak dan ana melakukan ini tidak ada niat talak ust,niat ana untuk mengingat, akhirnya ana ucapkan yang pakai kata mau, contohnya “ abi ikhlas umi mau nikah lagi “ (sampai disini kalimatnya), lalu ana ucapkan tanpa kata mau, contohnya “Abi ikhlas umi nikah lagi”(sampai disini kalimatnya), ini terjadi disaat ana sendirian niat ana tidak talak, niat ana hanya untuk mengingat pakai kata mau atau tidak, pikiran lagi kalut dan menyesal, sambil seperti orang ngelamun membayangi peristiwa waktu itu atau mirip orang yang “stress”. Ana menyesal terbawa was-was syaithan. Kejadian ini membuat ana sakit dan aktivitas ana mengajar tahsin Al qur’an berkurang dan bahkan terganggu.lalu ana bertanya kepada ust. Agus salim Lc, apakh kejadian ini jatuh talak?, beliau menjawab tidak, karena kalimat yang ana ucapkan tidak sharih dan tidak ada niat talak, dan juga beliau berpendapat ana memiliki penyakit was-was yang parah jadi tidak jatuh hukum dan juga beliau mengatakan al yakiinu la yuzaalu bi ssyak. Lalu ana bertanya kepada Ust Fatih Spdi beliau menjawab seperti ust Agus salim. Lalu ana bertanya kepada ust muhammadun Lc Ma, kata beliau tidak jatuh talak dengan alasan, kalimat yang ana ucapkan tidak depan istri dan dalam keadaan sendirian dengan niat tidak talak, dan mengingat-ngingat saja, dalam segi kalimat yang di ucapkan termasuk sighat takhyiir, jatuh talak kalau istri bilang mau katanya, tapi saat itu ana mengucapkan kalimat itu dalam keadaaan sendirian. Dan istri ana sangat sayang sama ana. Lalu pendapat ust bagaimana? Ana takut, apakah kejadian pertanyaan kedua ini menurut ust jatuh talak?
Ana menyesal ust……………

3. Ana ingat dulu juga ana sering mengatakan kepada istri ana, “abi mah terserah umi mau nikah lagi atau tidak” ana berkata demikian tidak ada niat talak dan maksudnya kalau ana sudah tidak ada(meninggal) terserah istri mau nikah lagi atau tidak. Lalu syaithan memberikan was-was jangan-jangan ketika mengucapkan itu niatnya talak, ana memang lupa tapi ana lebih yakin saat itu tidak niat talak i.Allah, tapi syaithan terus saja memberikan rasa was-was pada ana,jangan-jangan dulu itu niatnya talak, sampai ana takut dan cemas. Lalu agar ana lebih yakin ana mengingat-ingat lagi kejadiannya (dalam keadaaan sendirian dan cemas serta was-was) ana lebih yakin niatnya tidak talak, agar lebih yakin ana contohkan sambil membanyangi kejadian ketika itu, lalu ana coba mengatakan “abi terserah umi mau nikah lagi atau tidak” dengan niat melepas apakah cocok atau tidak dengan kejadian waktu itu dan sambil membayangkan kejadiannya,dan ternyata tidak cocok! Lalu ana ucapkan lagi “abi terserah umi mau nikah lagi atau tidak” dengan niat terserah umi mau nikah lagi atau tidak setelah ana tidak ada(meninggal) dan ini lebih cocok dan ana jauh lebih ingat dan yakin bahwa kejadiannya tidak niat talak. Ana memakai cara ini karena kondisi ana mempunyai penyakit was-was yang parah dan niat ana agar lebih yakin, dan ana lebih yakin ketika itu tidak niat talak. jadinya ana contohkan satu-satu. Ana takut kejadian ini termasuk talak, lalu ana Tanya ust Agus salim Lc beliau menjawaab tidak tidak jatuh talak, karena ana hanya mencontohkan saja, dan juga beliau berpendapat ana memiliki penyakit was-was yang parah jadi tidak jatuh hukum dan juga beliau mengatakan al yakiinu la yuzaalu bi ssyak. Kalau menurut ust bagaimana? Ana takut ust………ana sayang sama istri dan anak ana, lalu ana di nasehati ust agus salim lc agar mengabaikan was-was dan ikuti sunnah rosul i.Allah rasa was-was itu kan terobati……Alhamdulillah sekarang ana sudah jauh lebih baik i.Allah

4. Ana selalu terbayang-bayang peristiwa tadi, sampai-sampai ana ingin menangis sendiri. Menangis menyesal, karena ana sangat saying kepada istri dan anak ana, lalu entah kenapa kadang-kadang terlintas di hati,ketika sedang dekat dengan istri, lintasan hati untuk mentalak, padahal ana sayang sekali dengan istri, dan tidak ada niat untuk mentalak istri. Kadang-kadang ana menggelengkan kepala sendiri, sebagai tanda ana menentang dan tidak setuju dengan lintasan hati itu. Jadi seperti orang stress ustad. Ana juga takut menyebutkan angka 1,2,3 dan kata silahkan, karena ketika mengajar menyebutkan angka itu atau kata itu lalu muncul lintasan di hati tentang talak.ana jadi sedih ustad. Pernah ketika mengajar ana berkata silahkan pada murid lalu terlintas dalam hati misal “silahkan menikah lagi”, lalu di saat lintasan hati itu muncul ana berkata lagi silahkan kepada murid yang lain, maksud ana murid ana silahkan boleh istirahat. Apakah hal ini jatuh talak ustad? Kata Ust muhammadun LC MA (dosen lipia), ustad agus salim lc dan ustad fatih Spdi, tidak jatuh talak ustad….

5. Ana jadi takut dan sedih karena lintasan hati itu selalu muncul disaat tak terduga…..ana takut kelepasan ketika ana sedang berduaan dengan istri, jadinya ana berdoa kepada Allah SWT”ya Allah, mohon jika nanti kelepasan tidak jatuh hukumnya karena mengatakan hal itu tidak ada niat talak sama sekali”. Pernah suatu ketika ana lagi mengobrol lalu, sudah sore, ana berkata kepada istri, sudah mandi dulu sana, lalu tiba-tiba muncul lintasan di hati tentang talak berbarengan dengan ana berkata itu, padahal niat ana hanya menyuruh istri mandi dulu sana. Lalu pernah juga dimalam hari ketika sudah selesai “bermesraan”/berhubungan suami istri, ana berkata demikian kepada istri, umi mau ronde ke dua?(maaf kurang sopan)lalu muncul lintasan di hati mengenai talak,niat ana bukan talak ustad kemudian istri bilang mau “bermesraan lagi”.lalu sebagai penentangan ana kepada lintasan hati ana, ana pertegas lagi bicara kepada istri, maksud abi umi mau lagi bercinta dengan abi?. Apakah hal ini jatuh talak ustad?.ana sayang dengan Istri dan anak ana………

6. Ana seperti orang stress,kadang-kadang ketika ana sendirian, misal ana berangkat ingin sholat berjamaah, lalu di tengah jalan bertemu dengan jemaah yang ingin ke mesjid, tiba-tiba terbesit di hati atau muncul lintasan di hati misal “ kalau salaman maka jatuh talak “. Lalu ana salaman…..lalu ketika mau takbir sholat subuh berjamaah, muncul lagi lintasan seperti ini, misal “ kalau mulai sholat subuh maka jatuh talak” tapi ana tetap sholat dan takbir sambil gelelng-geleng kepala, untuk membuktikan ana tidak setuju dengan lintasan hati tersebut. apakah hal ini jatuh talak ustad? Kata Ust muhammadun LC MA (dosen lipia), ustad agus salim lc dan ustad fatih Spdi, tidak jatuh talak ustad….dengan alasan, itu hanya lintasan hati dan tidak dilafadzkan kemudian ana menderita penyakit was-was parah sehingga selalu kepikiran tentang itu…
7. Ana juga bingung kenapa ana menyebutkan angka selalu muncul lintasan hati tentang itu. Lalu ketika wudhu, biasanya ana menghitung, misal ketika basuh tangan ana hitung sambil di lafadzkan misal 1,2,3. Karena ana selalu ragu saat wudhu.dengan di ucapkan seperti itu ana jadi tidak ragu, tapi yang jadi pertanyaan ketika ana mengucapkan angka 1,2,3 misalnya selalu muncul di dalam hati kata-kata misal : “telah jatuh talak 1,2,3”.dan ana juga ketika wudhu kalau muncul lintasan hati seperti itu, ana langsung menggelengkan kepala sebagai bukti ana tidak setuju dengan lintasan hati tersebut. Jadinya ana wudhu seperti orang aneh kadang-kadang sambil geleng-geleng. Lalu pernah juga lagi minum, karena ana penasaran dan sedih kenapa selalu muncul lintasan hati itu ketika ana menyebutkan angka. Lalu sambil minum juga ana sebutkan angka 1(tanpa niat talak), lalu muncul di lintasan hati ana misal “telah jatuh talak” ana langsung menangis ustad…………apakah kejadiankejadian ini jatuh talak? Kata Ust muhammadun LC MA (dosen lipia), ustad agus salim lc dan ustad fatih Spdi, tidak jatuh talak ustad….mohon pendapat ustad

8. Lalu apakah istri ketika membaca semua pertanyaan ini dapat menjatuhkan talak ustad? Mengingat dalam pertanyaan ini ada kata-kata talak ustad.tapi ana niat menulis dan mengirim pertanyaan ini kepada ustad niat ana tidak menjatuhkan talak ustad, niat ana minta fatwa ana takut dan cemas. Dan tiba-tiba istri membaca tanpaa sepengetahuan ana pertanyaan 1 samapi 3…………ana sayang istri dan anak ana…….lalu kata ustad agus salim Lc beliau menjawab tidak jatuh talak katanya
9. Apakah ini semua disebabkan was-was? Dada ana juga terkadang panas seperti terbakar dan ngilu atau sesak. Karena kata ust Agus salim Lc dan Ust Muhammadun Lc MA (dosen Lipia) hal ini karena was-was. Dan gara-gara peristiwa ini, ustad yang ana Tanya merasa terganggu dan kesal kepada ana, karena ketika di jawab ana selalu bertanya lagi, bahkan ana punya niat ingin menanyakan hal ini ke Dr yusuf Qordhowy dikarenakan rasa was-was ana. Dan gara-gara peristiwa ini hafalan Al Qur’an ana terganggu, mengajar ana terganggu dan lain-lain. Bahkan sempat ana mau pingsan dan lain-lain………..betulkan ustad kejadian-kejadian yang di atas tidak meyebabkan talak?terus terang ana jahil dalam bidang agama………ana bertanya demikian kearena ketidaktahuaan ana………..mohon jawaban ustad….ana sayang istri dan anak ana………

10. ust ana takut, dan ana juga suka was-was dan lupa, ana pernah mimpi tentang talak, tapi yang ana tahu mimpi itu tidak bisa dijadikan hujjah, ana sudah berusaha minta fatwa, tentang kejadian ana ini, ana sayang dengan anak dan istri ana,..................ana betul-betul tidak ada niat untuk talak...............dan ana selalu dihantui perasaan seperti yang ana sebutkan.............tolong ana ust, dan perasaan juga tidak di perbolehkan menjadi hujjahkan ust, kecuali dengan ilmu?......tolong ana ust, ana sayang dengan istri dan anak ana...............
dan ana juga pernah tanya juga ke situs syariah online atau Sharia Consulting Center kata-kata ustad disana ...
alhamdulillah semua pertanyaan ana kemarin tidak jatuh talak.........tapi ust ana ada beberpa pertanyaan lagi dan mohon dijawab......
1. misal dulu ana pernah baru bangun tidur, dan buang air kecil sambil kepikiran kenapa kalau ana menyebutkan angka, selalu terlintas tentang talak, lalu ana coba sebutkan angka satu dengan niat mencoba apakah masih ada lintasan hati itu, ana menyebutkannya tidak ada niat talak, dan benar muncul lintasan hati itu ketika ana mnegucapkan misalnya angka satu, lalu benar-benar muncul lintasan hati tentang itu, lalu terbayang wajah istri ana.....lalu ana menangis................ana juga menagis mengingat kejadian ini...........apakah hal ini jatuh talak ust?
2. lalu pernah juga disaat ana lagi nyuci baju masih kepikiran, kenapa ketika menyebutkan angka selalu terlintas hal itu, lalu ana menyiram baju dengan mnyebutkan angka satu lalu terlintas tentang itu, lalu ana menyebutkan angka 2 lalu terlintas tentang itu.......apakah hal ini jatuh talak ust? ana tidak ada niat talak ust...................dan apakah bertanya seperti ini jatuh talak juga ust?
3. ana pernah bermimpi 2 kali tentang talak, ketika bangun ana langsung menangis..........ana bermimpi karena kejadian-kejadian itu selalu kebawa pikiran ana, apakah mimpi dapat di jadikan hujjah ust? setahu ana tidak.......menurut ust bagaimana
4. semenjak kejadian kejadian itu, dada ana sering sesak,sakit di dada bagian tengah dan ngilu-ngilu..........apakah ini karena maksiat? dan ketika ana habis (mohon maaf berhubungan dengan istri) sore atau ke esokan harinya dada jadi ngilu-ngilu, sesak dan panas kadang-kadang sakit..apalagi ketika baca qur'an memang ana juga punya penyakit paru-paru..........ana bersedih dan meyakini bahwa kata ust yang ana tanya semua pertanyaan ana tidak jatuh talak dan ana dengan istri masih sah sebagai suami istri.............bagaimana pendapat ust? ana sayang sekali pada istri ana.....
5. ana telah melakukan banyak ikhtiar dan semuanya bilang tidak jatuh talak.................dan ana takut kalau jawaban semua ust salah salah apakah ini karena was-was ustad?apakah sakit di dada ana ini karena maksiat atau karena sakit?.............tapi ana yakin betul jawaban ust tidak jatuh talak, karena ana seingat ana tidak niat talak........apakah beban ana sudah gugur karena sudah ikhtiyar bertanya?apakah ana harus abaikan saja sakit di dada ana ini? ana sayang sekali dengan anak ana.............ana tidak mau pisah......
6. setelah semua kejadian itu, setiap jam 4 pagi ketika tidur ana selalu terbangun dan seolah-olah ada yang menyuruh ana di dalam hati untuk ke arah "itu" tapi ana tidak mau, bahkan lintasan hati itu selalu muncul dan ana selalu bilang tiak mau pada godaan itu...........tolong ana ustad.........semoga Allah SWT memaafkan ana........ana ingin husnul khotimah....ana juga sayang istri dan anak ana



-- Abdulloh (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.

Sungguh, kami sangat prihatin dengan kondisi antum, dan kami yakini bahwa sangat tidak cukup kalau  kami hanya memberikan solusi dalam bentuk tulisan yang sangat terbatas dan bisa salah pengertian

Oleh karena itu, kami sarankan antum untuk konsultasi secara langsung ke ustadz yang lebih dekat dengan tempat tingal antum, untuk mohon bimbingannya

Semoga Allah berkenan untuk senantiasa memberikan kemudahan dan berkenan untuk senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA