Niat Menikah Terhalang Mitos Jawa

Pernikahan & Keluarga, 1 Maret 2014

Pertanyaan:

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
semoga saya tidak salah memilih kategori (oh ya saya perempuan walaupun nama saya mirip laki-laki).
saya mau tanya, ada seorang laki-laki yang menyukai saya dan sayapun menyukai beliau. kami berselisih 5 tahun. beliaunya ini sudah meminta kepada bapak saya untuk meminang saya saat lulus kuliah dan bapak saya setuju. lalu dikemudian hari, bapaknya mas nya ini tahu saya kelahiran kediri dan bapaknya mas tersebut tidak menyetujui kami karena mitosnya orang lamongan dan kediri tidak boleh menikah dengan alasan pasangannya akan berumur pendek, sering mendapat celaka, dan rejekinya seret. saya sudah berusaha meyakinkan mas ini untuk tidak percaya tapi mas ini terlanjur khawatir terjadi celaka pada saya karena di kampungnya mas ini terbukti 13 kepala keluarga pasangan kediri-lamongan bernasib demikian. saya benar sedih dan terpuruk, niat baik kami dihalangi cobaan demikian besar. yang ingin saya tanyakan:
1. bagaimana cara menyadarkan bapaknya mas ini?
2. apa yang harus saya lakukan dan katakan untuk meyakinkan mereka?
3. bagaimana pandangan islam mengenai suatu mitos?
mohon penjelasannya ustadz, saya benar2 kehilangan arah.
terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

-- Virid Gibson (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Mitos sebagaimana yang anda ceritakan tersebut dalam pandangan ajaran Islam adalah termasuk khurofat dan syirik yang hukumnya dosa besar, karena menganggap bahwa selain Allah bisa mendatangkan madhorrot dan bahaya

Sebaiknya menang tidak memaksakan diri untuk menikah tanpa  atau sebelum ada restu dari orang tua, tetapi diupayakan dengan optimal untuk dikomunikasikan masalah tersebut dengan semua handai taulan dan tokoh-tokoh agama yang ada, agar bisa membantu untuk menjelaskan ketidak benaran mitos dalam pandangan Islam kepada orang tua 

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA