Pertanyaan:
aslkm wr wb
saya berusia 25 tahun, dan sudah ada keinginan untuk menikah, sekarang saya sedang dekat dengan seorang pria sederhana namun gigih dalam perjuangn hidupnya. saya mengungkapkan kepada orang tua saya bahwa pria yang sedang dekat dengan saya akan datang kerumah untuk bicara langsung kepada papa saya, saat saya mengungkapkan hal ini, papa saya malah mengungkapkan ingin menjodohkan saya dengan pilihannya, yang secara ekonomi, kemapanan, fisik lebih dari pria yang pilih. tapi hati saya gelisah, karena saya yang akan menikah dan saya yang yang menajalani. saya bingung antara pria yang saya pilih dengan karakter sederhana, gigih, cepat akrab dengan siapa pun dan menurut saya bisa melengkapi sifat karakter saya. dan pria pilihan orangtua yang saya sama sekali belum mengenal sifat dan karakternya.
bagaimana sikap saya sebaiknya?? saya tidak mau mengecewakan orang tua dan sayapun ingin menjalani pernikahan atas pilihan saya.
--
Saya (Padang)
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Diantara sasaran antara dalam nikah adalah tercapainya "SAKINAH" suasana damai ( QS. 30:21), karena dengan suasana "Sakinah" sajalah, suami istri akan dapat mengatur rumah tangganya dengan baik
Oleh karena itu, dalam menikah jangan pernah berspekulasi, terutama dalam memilih calon dan keridhoan orang tua, Pastikan calon itu " yang baik agama dan akhlaqnya " dan pastikan orang tua meridhoinya
Untuk itu, komunikasikan dua calon anda tersebut ( pilihan anda dan pilihan orang tua ) kepada ke dua orang tua, untuk mencari titik temu, dengan menggali informasi yang cukup tentang kedua calon tersebut, hingga ada kesepakatan, dan jangan pernah memaksakan diri untuk menikah dengan siapa saja, sementara orang tua tidak meridhoinya, dan jangan lupa juga untuk memohon petunjuk kepada Allah dengan sholat istikhoroh dan banyak berdo'a
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA