Sikap Dingin Suami

Pernikahan & Keluarga, 19 Juni 2014

Pertanyaan:

assalamu'alaikum wr.wb
saya umur 27 tahun sudah menikah dan mempunyai 3 anak. diumur pernikahan kami yang ke 3 tahun kami jarang berkomunikasi dengan suami yang bersikap dingin terhadap saya. sehingga saya sering curhat sama teman laki-laki saya, dan pada akhirnya saya menyukainya, sampai detik ini saya tidak bisa melupakan laki-laki tersebut karena kebetulan kami satu kantor dengannya. awalnya kami memang saling menyukai dan pada akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. tapi setelah itu saya tidak dapat melupakan laki-laki tersebut apalagi kami satu kantor. apa yang harus saya lakukan. karena jujur saya sangat menyayanginya. saya tau ini perbuatan tercela tapi awal dari semua ini kaa suami saya yang tidak pernah perduli dengan saya. mohon bimbingan dan solusinya agar saya dapat melupakannya terima kasih

-- Annisa (16411)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kesadaran dan pengetahuan anda bahwa hubungan anda - sebagai seorang istri dari suami anda- dengan laki-laki yang bukan mahrom itu adalah perbuatan tercela, itu semestinya sudah cukup sebagai sebuah alasan bagi anda untuk segera memutuskan hubungan dengan laki-laki tersebut, karena dalam pandangan Islam hubungan tersebut adalah sebuah dosa besar yang tidak akan diampuni kecuali anda segera bertaubat kepada Allah yang diawali dengan memutuskan hubungan anda tersebut

Adapun sikap acuh dari suami anda tersebut memang sebuah kesalahan, tetapi tidak boleh anda jadikan sebagai sebuah alasan untuk menyeleweng dan bermaksiat

Kewajiban anda sebagai seorang istri adalah mencari solusi agar hubungan dengan suami menjadi baik, Sebagai masukan untuk anda dalam mencari solusi tersebut, misalnya anda semestinya harus senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada suami anda, upayakan agar suami dalam keadaan yang senang setiap kali dirumah, konsentrasi untuk menjalankan kewajiban anda sebagai seorang istri meskipun hak-hak anda sebagai istri belum terpenuhi, dan yang lebih penting lagi upayakan untuk senantiasa menyertakan suami dalam do'a anda kepada Allah, agar Allah berkenan untuk senantiasa memberikan hidayah dan ridho-Nya kepada anda dan suami

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA