Istri Minta Cerai Karena Ekonomi


Pertanyaan:

assalamualaikum,
saya ahmad, usia 29 tahun.. menikah 5 tahun dengan istri 2 tahun lebih tua, anak 1.
hingga tahun ke 4 rumah tangga kami alhamdulillah adem ayem meski juga banyak ujian, puncaknya adalah setelah kebangkrutan usaha wiraswasta saya tahun kemaren yang mengakibatkan perubahan drastis dalam ekonomi rumah tangga kami.
sebagai kepala keluarga saya tidak tinggal diam, usaha sana sini hingga akhirnya di terima kerja walau dengan level pendapatan yang tentu berbeda dengan usaha sebelumnya, permasalahan terjadi ketika ujian ekonomi merubah karakteristik istri saya yang makin lama makin berani dan melawan saya, sudah 1 tahun ini dia tidak mau seranjang dengan saya, saya masih bisa terima demi anak kami, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.. hingga beberapa bulan ini setiap ada masalah selalu saja permintaan pisah dan cerai menjadi andalan yang keluar dari mulutnya ketimbang diskusi mencari solusi dari persoalan yang kami hadapi,
beberapa bulan kemarin sempat terkena infeksi di kakinya yang menyebabkan luka yang cukup , maaf bau dan jijik bagi sebagian orang, namun saya mencoba merawatnya pagi dan sore dengan harapan bisa menjadi media meluluhkan hatinya agar terbuka untuk bisa saya ajak sepaham dan sepikiran menghadapi problematika rumah tangga. namun itu sia sia saja.
yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan menghadapi nya?
ketika setiap masalah menjadikan dia meminta pisah sebagai solusinya, namun satu sisi dia masih menerima nafkah penuh atas pendapatan saya, dan saya tidak mempermasalahkan itu. lalu apa hukumnya jika dia menerus bersikap seperti itu, jangankan untuk melaksanakan kewajiban suami istri, kadang saya becandain saja marah.
saya alhamdulillah masih menjadi laki laki yang normal dengan syahwat normal pada umumnya.demikian yang ingin saya tanyakan, maaf jika redaksi saya berantakan, karna kurang pandai menulis.

syukron, jazakumullah khoiran katsira

-- Ahmad (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dengan membaca cerita anda, saya menyimpulkan bahwa  anda sebagai kepala rumah tangga sudah cukup bijaksana, semoga Allah berkenan untuk segera memberikan solusi yang terbaik untuk rumah tangga anda

Namun saya sarankan anda masih tetap berupaya untuk membimbing istri anda dan bila diperlukan, bisa dengan meminta tolong kepada keluarganya agar juga ikut serta dalam memberikan nasihat. Dan jangan lupa untuk senantiasa menyertakan istri anda dalam do'a-do'a anda kepada Allah semoga Allah berkenan untuk memberikan hidayah agar segera menyadari kekeliruannya dan kembali menjadi seorang istri yang baik, taat kepada Allah dan juga kepada suaminya

Dan apabila upaya perbaikan sudah anda lakukan dengan optimal, tetapi istri tetap saja berperilaku sebagaimana yang anda ceritakan, maka tidak ada salahnya kalau anda memberikan pelajaran padanya dengan mengembalikannya kepada orang tuanya misalnya

Dan jadikanlah perceraian sebagai solusi yang terakhir kalinya, apabila upaya perbaikan dengan berbagai cara sudah tidak lagi bisa memberikan solusi

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memberikan kemudahan dan ridho-Nya

Wallahu a’lam bishshawab

Wassalaamu ‘alaium wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA