Jatuh Talaq Atau Tidak

Pernikahan & Keluarga, 26 Juni 2015

Pertanyaan:

asalamualikum wr wb
tolong jawab pertanyaan saya ustadz agar saya tidak bingung
saya pernah berkata pada istri saya ketika kami sedang bertengkar
istri : pengen sendiri-sendiri saja gak punya suami tidak apa-apa
suami: udah siap dengan statusmu? kalo uda siap jadi janda, sana ngomong sama ortumu tak ladeni… tapi istri tidak bilang ke orang tuanya dan kami baikan kembali
dikala lain hari
suami : gak punya istri kayak kamu tidak apa-apa, aku bisa cari wanita lain yang kebih dari kamu , cari pria lain aja, besok tak pulangkan kerumah orang tuamu (niat hanya untuk menakuti istri)
yang saya tanyakan ke ustad apakah kata-kata diatas sudah jatuh talaq atau belum jatuh sama sekali? soalnya saya takut ustad tolong beri jawaban saya asala persoalan ini
terima kasih
wasalamualikum wr wb





-- Fian (Nganjuk)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Lafadz yang biasa dipakai dalam perceraian itu ada dua macam ;

1. Sharih atau jelas dan pasti seperti, "saya cerai' dan 'saya talak' 

2, Kinayah atau sindiran, seperti " kamu pulang ke ortumu" atau seperti yang telah anda ucapkan " udahan saja "

Dan apabila perceraian memakai lafadz " sharih ", maka secara otomatis akan jatuh hukum cerai ketika lafadz tersebut diucapkan oleh seorang suami dan ditujukan kepada istrinya, Tetapi apabila memakai lafadz "kinaya", maka jatuh dan tidaknya hukum cerai akan ditentukan oleh niat suami saat ia mengucapkan lafadz tersebut

Dan oleh karena lafadz yang anda pakai saat anda sedang berselisih dengan istri anda dan anda tidak mempunyai niat untuk menceraikannya saat anda mengucapkan lafadz kinayah tersbut, maka berarti in syaa Allah tidak jatuh hukum cerai, yang artinya anda dengan istri anda masih tetap berstatus sebagai " suami istri " yang sah. tetapi sebaiknya anda kedepannya lebih berhati-hati untuk tidak dengan mudah mengucapkan lafadz yang bisa berpotensi menjatuhkan hukum thalaq

Demikian, semoga Allah senantiasa berkenan untuk memimbing kita semua ke jalan yang diridhoi-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb

-- Agung Cahyadi, MA