Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr.wb. maaf pak ustadz mw sambung pertanyaan yg sebelum'y,saya menanyakan itu perihal suami saya yg disuudzhonin oleh ibu'y sendiri. Ibu'y maaf orang yg keras,selalu menilai dari satu sisi tp tdk mau melihat di sisi lain,gampang emosi,tdk mw mendengar penjelesan lain,bila sdh ada yg memberitahu ttg kslhn anak'y beliau tdk mau mendengar penjelasan dr yg lain. Awal'y karena suami saya kerja sdh 7bln ini tdk digaji,dia ttp masuk kerja karena berharap suayu saat psti gaji'y akan dbyrkan smw sambil dia jgemcari pekerjaan baru. Suatu ketika suami saya plg kerja ada bekas merah dileher saya kaget,saya sempat suudzhon padanya klo dia hbs main dgn perempuan,tp suami sdh menjelaskan bahwa dia mencoba mengerok lehernya sendiri,karena tidak ada minyak jd merah'y seperti merah ditekan,mmg sya lht dibagian lain leher da bekas kerokan tp ada jg yg hnya tekanan wrna merah,saya prcya sm suami,tp adik'y mendengar ucapan kagey saya k suami langsung lapor ke ibu'y yg macam2 jadilah ibu'y curiga pd suami&tdk percaya.Suami saya orang'y tertutup,klo dia sdh menjelaskan sesuatu tp tdk di anggap atw mlh disepelekan,suami saya memilih diam,tdk membantah ibu'y atwpn mrh2.tp ibu'y ttp tdk percaya dgn smw yg suami saya katakan,sampai ibu'y sendiri blg "mama tidak ridho,tidak ikhlas biar aj rejeki'y seret,wlwpn tau bnr atw g itu", dr prkataan'y saja sbnr'y ibu'y jg tdk yakin klo yg dsuudzhonkan itu bnr tp ttp brkata sprti itu. Saya sbgai istri sedih ustad tak tau hrs bgmn,apalagi kami sdh pnya anak wlwpn msh bayi,tp klo ibu'y berucap seperti itu&terjadi bagaimana kelangsungan hidup keluarga kami?sedih melihat suami saya tdk dipercaya&selalu disalahkan. Suami saya memilih untuk tdk bicara apapn tp ttp menghormati ibu'y.
Maaf ustad untuk persoalan saya ini.
Wa'alaikumsalam wr.wb.
--
Hamba Allah (Cibinong)
Jawaban:
wswrwb
sadari yang dirahmati ALLAH
Semoga anda semakin kuat kesabarannya dan selalu diberikan solusi oleh ALLAH SWT
In sya ALLAH dengan keshabaran suami anda untuk tetap menghormati ibunya....semoga ALLAH memberi nilai baik dan selalu mendapat rahmatNYA.
Apalagi di tempramental..tidak bisa mengendalikan marahnya. sikap suami anda benar.
Jika demikian situasinya.... anda juga harus lebih bisa menahan diri agar persoalan yang anda hadapi dengan suami anda terjaga dan anda hadapi berdua saja ,jangan sampai terdengar saudaranya apalagi ibunya
WaLLAHU a'lam
--
Selamet Junaidi