Pertanyaan:
ASSALAMU,ALAIKUM...
Saya wanita yang berumur kurang lebih 25 tahun, dan sudah merencanakan akan menikah. saat ini saya an calon suami sedang menabung di salah satu bank syariah perencanaan. tekad saya dan calon suami saya sudah bulan untuk menuju ke jenjang pernikahan. tapi akhir-akhir ini ada yang mengganjal dalam hati saya ustad, terlebih ketika ibu dari calon suami mengirimkan kata-kata via whatsaap kepada saya yang berjudul SUAMI MILIK IBUNYA.
jujur dada saya sesak dengan maksudnya ustad, saya mengerti memang betul. sepertinya tetapi ibu dari calon suami saya takut kehilangan anak laki-lakinya. terlebih ketika setiap bulannya calon suami saya memberikan saya sejumlah uang untuk di tabung bersama. dan beberapa perabot rumah tangga yang kita cicil secara bersama. padahal niat saya untuk masa depan saya dan calon suami. Setiap bulan calon suami saya pun memberi separuh gajinya untuk orang tuanya, padahal orang tuanya masih lengkap dan punya penghasilan.
Bagaimana ustad, saya ragu untuk meneruskan atau memang mengakhiri.
ustad, saya takut ketika sudah berumah tangga malah saya dan ibu mertua saya menjadi tidak akur.mohon solusinya ustad,,,,,, Wassalamualaikum WR.WB
--
ALTHAFUNISSA (BEKASI)
Jawaban:
Wswrwb
Saudari Althafunnissa
Seharusnya anda semakin tenang karena punya calon mertua seperti itu. Jangan kedepankan sangka buruk apalagi kepada masa depan . Mereka meridhoi hubungan andakan? kenapa khawatir?
Kalau anda sudah menikah maka anda tidak boleh menghalangi hubungan baik anak dengan ibunya. Seharusnya anda bersyukur punya suami bakti kepada ibunya,,,,,ini justru kuni bahagia rumahtangga.
Yang penting nanti kewaiban suami kepada istri terpenuhi hakhaknya.
Sekarang fokuskan diri anda untuk hari pernikahan... jangan kawatir
Semoga ALLAH selalu menjaga hati anda berdua untuk menjalin kebahagiaan
rumahtangga...aamiin
WaLLAHU a'lam
--
Selamet Junaidi