Kemusykilan Taklik

Pernikahan & Keluarga, 20 Juni 2017

Pertanyaan:

Assalamulaikum ustaz...

Maaf terlebih dahulu ustaz sekiranya tulisan saya ini agak panjang. Saya ada satu soalan yang amat menganggu kehidupan seharian, dan ibadat saya. Saya akui saya seorang yang was-was dalam ibadat. Dan was-was ini semakin teruk bila ianya ada berkaitan dengan ikatan pernikahan saya.

Was-was saya dalam solat biasanya ketika mengangkat takbiratulihram. Selalu mengulang-ulang takbiratulihram. Saya cuba ustaz untuk tidak was-was..kadang berjaya ..namun adakala saya tewas jugak dengan perasaan was-was ini.

Dan..baru-baru ini ketika hendak solat, saya sudah 2 kali mengangkat takbiratulihram kerana was-was.  Ketika takbiratulihram kali ketiga.. ketika saya melafazkan “Allahhhhhhhhhhuakbar”.. tetiba ada suatu suara dalam hati..seperti yang kita ketahui ketika melafazkan takbiratulihram (Allahhhhhhhuakbar)... mulut akan terbuka dan akan ada getaran/gerakan pada lidah. Permasalahan saya ustaz ialah, saya seperti tidak dapat mengawal kata-kata hati ini..kata hati menyuruh saya melakukan taklik dalam hati iaitu.. kalau Aku Ulang Takbiratul Ihram sekali lagi, Akan Jatuh lah Talak terhadap Isteriku..” lebih memburukkan lagi keadaan, sekali lagi saya tidak dapat mengawal kata hati..kata hati saya menyuruh pula saya  mewakilkan/ menyandarkan taklik dalam hati tadi kepada getaran/ pergerakan lidah ketika melafazkan takbiratulihram. Kejadian ini berlaku sangat pantas dan spontan ustaz..Secara ringkasnya;

TAKLIK DALAM HATI DISANDARKAN/ DIWAKILKAN = KEPADA kepada getaran/ pergerakan lidah ketika melafazkan takbiratulihram

Saya menjadi takut..dengan perkara ini tambah-tambah lagi melibatkan taklik. Saya meneruskan solat dan tidak berani mengulangi takbiratulihram kerana takut akan taklik tersebut. Namun..ketika pertengahan solat..was-was saya datang lagi..kali ini was-was tentang bilangan rakaat pula..saya jadi keliru..saya tahu..nanti boleh sujud sahwi untuk kes macam ni kan ustaz..tapi entah kenapa saya memilih untuk keluar solat..dan solat semula. Saya pun berniat keluar solat.. kemudian saya angkat takbiratulihram sekali lagi..”Allahhhhhhuakbar” ...kemudian saya tersentak kerana saya teringatkan taklik yang saya buat dalam hati sebentar tadi.

Perasaan saya ketika itu takut, tidak tenang..dan tertanya-tanya adakah saya sudah melanggar taklik tadi dan adakah sudah jatuh talak terhadap isteri saya? Saya tidak tenang ustaz. Kualiti hidup saya terjejas ustaz...tidak tenang..ibadat saya turut terjejas.. Tolong saya ustaz.. adakah sah taklik sekiranya TAKLIK DALAM HATI DISANDARKAN/ DIWAKILKAN = KEPADA kepada getaran/ pergerakan lidah ketika melafazkan takbiratulihram. tolong dan bantu saya ustaz...saya tertekan sgt2...

 

#Sedikit penambahan ustaz; Adakah lafaz takbiratulihram ..”Allahhhhhhhuakbar..” boleh dijadikan sebagai lafaz kinayah dalam kes saya ini ustaz....Tapi saya tak niatkan taklik dalam hati tersebut dengan lafaz takbiratulihram ..”Allahhhhhhhuakbar..” ..sebaliknya sandarkan taklik dalam hati tersebut kepada getaran/ pergerakan lidah ketika melafazkan takbiratulihram.. Ya Allah...apa saya tanya ni ustaz?..saya betul2 tertekan ustaz....maafkan saya ustaz...saya mahu pulih ustaz....tolong saya ustaz....



-- Mohd (Selangor, Malaysia)

Jawaban:

Wa 'alaikum salam warohmatuLLAH wabarokaatuhu

Saudaraku yang sedang ALLAH uji. Persoalan yang anda hadapi adalah was was dalam sholat . Ini persolan utamanya.

Semoga arahan ini bermanfaat, 

Ada  hal penting yang harus anda fahami :


1- Hanya orang mukmin yang bisa terkena penyakit ini, maka jika  anda mulai diganggu dengan bisikan-bisikan tersebut jangan larut dalam kesedihan apalagi putus asa. Justru bolehlah sedikit berbangga sebab artinya engkau adalah seorang mukmin. Karena tentunya orang yang tidak ada iman di hatinya tidak akan peduli terhadap keabsahan ibadah apalagi kesempurnaannya. 2- Was-was itu penyakitdan selayak penyakit apapun bentuknya ia harus diobati, betul bahwa ia adalah tanda keimanan tapi membiarkannya merusak ibadahmu menjadikan keimananmu tidak meningkat-meningkat akhirnya. Bagaimana mengobatinya? Allah SWT berfirman dalam surat An-Nas "Katakanlahaku berlindung kepada Tuhannya manusia (1) Penciptamanusia (2) Pemelihara manusia (3)Dari kejahatan bisikan syeitan yang suka bersembunyi (4) Dia berbisik dalam dada manusia (5) Dari golongan jin dan manusia (6)" Dari ayat di atas kita bisa menyimpulkan bahwa was-was itu sumbernya dari syeitan dan Iman Ghozali dalam minhajnya mengatakan beberapa teori untuk menghadapi kejahatan syeitan:
1- Lawan, jangan dengarkan apalagi ikuti. Jika syeitanmengatakanbahwa kita belum takbir katakan padanya saya sudah melakukannya. Jika dia mengatakan engkau belum berniat katakan padanya niat itu tempatnya di hati dan tak ada yang tahu isi hati kita kecuali Allah, jika dia mengatakan takbirnya ulang lagi katakanla cukup sekali dan tidak perlu diulang, jika dia mengatakan pakaian kita kena najis katakan padanya aku tidak melihat atau pun menciumnya dan kita lebih percaya kepada mata dan hidung kita daripada kepadanya. Sebab syeitan meski terdengar semanis apapun
bisikannya tak ada tujuan baginya kecuali menyesatkan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya: “Tatkala seseorang diantara kalian tengah duduk dalam sholat, Syeitan seringkali meniup bagian bawah tubuhnya (seolah ada angin yang keluar darinya), apabila terjadi yang demikian maka janganlah keluar dari sholatnya kecuali jika telah benar-benar mencium baunya atau mendengar suaranya“ Cobalah baca cerita yang saya nukil dari kitab i’anatut tholibin susunan Abu Bakar Syato di bab thoharoh di bawah ini: “Suatu ketika seseorang datang kepada seorang alim ulama pakar tata bahasa arab yaitu Imam Ibnu Malik, dan dia berkata padanya: “Wahai Imam, aku dengar bahwa seseorang tatkala pengetahuannya terhadap satu bidangilmu telahseperti lautan berarti dia telah menguasai seluruh bidang ilmu yang lainnya, apakah itu benar? Ibnu malik menjawab: “Ya, memang begitulah adanya, sebab ilmu itu saling berkait antara satu dengan lainnya.” Penanya: “Engkau adalah seseorang yang pengetahuan agama dari segi tata bahasa arabnya telah kau kuasai dengan benar aku akan bertanya padamu tentangilmu fiqih, selama ini di saat berwudhu aku seringkali merasaragu- ragu apakah aku telah niat, atau membasuh muka sehingga aku mengulang wudhuku kembali, dan ketika aku sholat aku seringkali ragu apakahaku sudah takbirotulihram tadi atau apakah aku sudah membaca surat Alfatihah? Sehingga aku mengulang kembali sholatku bahkan sampai berkali-kali. Menurutmu apa yang harus aku lakukan?” Imam ibnu malik : “Jadi engkau membasuh muka, membasuh tangan, mengusap kepala kemudian kamu merasa bahwa kamu belum membasuh muka? Atau kamu sholat, takbir, membaca Alfatihah, ruku’ dan seterusnya kemudian di waktu sujud kamu merasa sepertinya kamu belum membaca surat Alfatihah?“ Penanya: “ Kira2 begitu” Imam Ibnu Malik: “ Kalau begitu kamu boleh meninggalkan wudhu dan sholat, ia tidak wajib lagi atasmu” Penanya: “Kenapa bisa begitu, imam?” Imam Ibnu Malik: “Ya, sebab orang yang sudah takbir tapi merasa belum takbir, sudah berwudhu tapi merasa belum membasuh muka itu adalah orang yang tidak waras dan orang gila tidak lagi diwajibkan melakukan sholat” Penanya: “ ???????....... ” Sejak saat itu dia tidak pernah lagi mengikuti was-wasnya sebab dia tidak mau menjadi gila.
2- Ikutilah pendapat ulama yang berpendapat ringan dalam masalah tersebut. Jika was-was yang dialami adalah dalam permasalahan fiqih seperti wudhu, sholat, puasa dan lainnya maka sebaiknya ikutilah pendapat yang ringan
dalam masalah tersebut. Sebab was-was yang merupakan penyakit hati pengobatannya sama dengan penyakit badan. Ia membutuhkan sesuatu yang berlawanan dengan yang dia alami. Orang yang kena panas tinggi diobati dengan didinginkan badannya, dan yang
kena kurang darah diberi suplemen penambah darah untuk menstabilkannya.  
3- Mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syeitan. Sebab hanya Dialah sumber kekuatan kita, dan tatkala hati kita mengingatNya itu adalah senjata terbesar untuk kita mengalahkan musuh manapun.
Nabi Muhammad SAW mengatakan tentang tafsir dari surat An-Nas ayat 4
(Dari kejahatan bisikan syeitan yang suka bersembunyi):
" Syeitan bersembunyi tatkala seseorang mengingat Allah SWT dan dia akan menguasaitatkalaorangtersebut lupa kepada Allah SWT " Maka setiap was-was itu datang konsentrasikan pikiranmu mengingat Allah dan mohonlah agar Dia menjagamu dari godaan syeitan. Kemudian lihatlah bahwa bisikan- bisikan itu akan berkurang. Jika tiga hal di atas ini selalu kau lakukan setiap kali was-wasmu datang akan ada waktu dimana
was-was hanya akan menjadi masa lalu. Sehingga barangkali kalau nanti ada seseorang bertanya kepadamu: “Pernah kena was-was?“ Kamu akan berkata: “Sudah lupa tuh''.
Semoga anda khususnya dan  kita serta kaum muslimin selalu diberi perlindungan oleh Allah dari godaan syeitan.
Wallohu a'lam bis showab.

 



-- Selamet Junaidi