Hati Sulit Menyatu Dengan Orangtua


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb.

Sebelumnya saya mohon maaf jika kedatangan e-mail ini tidak berkenan. Saya seorang wanita usia 42 tahun dan sudah mempunyai seorang putri.

Saya mempunyai masalah yang sangat rumit dengan orangtua, dimana saya dan orangtua selalu bertolak belakang sehingga saya memutuskan untuk menghindar  dan tidak perlu komunikasi terlalu sering.

Permasalahan selalu timbul jika saya dekat dengan orang tua saya terlebih ibu, yang akibatnya saya bisa berkata kasar kepada orangtua karena mereka selalu menekankan kalau saya harus selalu menuruti kemauan orangtua terlebih ibu agar hidup saya selamat dunia akhirat.

Ibu saya menghina pekerjaan saya yang rendah dengan nada marah dan mengatakan kalau saya sombong dengan pekerjaan rendah saya tersebut. sedang kenyataannya, gaji sayalah yang mayoritas mensuport biaya adik saya yang sedang kuliah.

Jadi saya merasa sedih sekali. Disatu sisi saya dihina di depan saudara saya dan menantu ibu, tapi disisi lain uang saya lebih banyak untuk mmbantu kuliah adik dan orangtua mengetahui itu semua.

Oleh sebab itu sampai saat ini sulit rasanya saya menghilangkan ucapan ibu tersebut dari otak dan hati saya.

Dan karena ibu selalu menekankan kalau saya harus selalu mengikuti ucapan ibu, yang mana jika ibu bilang merahya saya juga harus merah. Dan kalau ibu bilang putih ya saya juga harus putih, juga harus menuruti semua kemauan orangtua seperti mau TV besar, freezer, dan lain lain supaya hidup barokah (padahal gaji anak pas pasan untuk membiayai rumahtangga masing masing).

Oleh karena penekanan tersebut yang saya pikir tidak masuk diakal, akhirnya saya tidak mau berembuk dengan orangtua jika saya mempunyai rencana usaha atau membeli sesuatu untuk masa depan saya. 

Misalnya saya membeli tanah, gadai sawah, kerjasama usaha dengan orang lain, itu semua tanpa sepengetahuan orangtua yang akhirnya orangtua tahu itu semua dari adik saya dan marahlah ibu saya karena merasa tidak saya anggap sebagai orangtua dan dibelakangi oleh saya dan seolah ibu sudah mati. Lalu ibu bilang kalau anak yang tidak nurut orangtua akan susah hidupnya yang pada kenyataannya, saya tidak meminta minta ke orangtua soal uang (mandiri) bahkan uang saya bisa dikatakan lebih banyak yang bergulir ke orangtua dibandingkan saudara saya yang lainnya dan sayapun meminjami adik kakak saya uang yang jumlahnya cukup lumayan, membelikan laptop dan motor untuk adik ( maaf bukan bermaksud sombong akan tetapi memang kenyataannya seperti itu)

ibu selalu menganjurkan saya untuk mempunyai rumah besar sedang saya tidak suka itu. Saya hanya ingin punya rumah sederhana asalkan bisa membawa ketenangan batin.

Saya bingung sekali dengan keadaan ini karena jiwa saya beda dengan ibu dan akhirnya saya jarang sekali berkomunikasi dengan orangtua. Bisa dikatakan hanya 2 bulan sekali saya baru telpon orangtua atau bahkan setengah tahun baru saya telpon orangtua dan itupun sekedar basa basi saja.

Atas panjangnya masalah saya ini, saya mohon maaf. 

Semoga saya bisa mendapat solusi yang baik agar orangtua saya sadar bahwa walaupun mereka orangtua tetaplah manusia biasa yang tidak 100% benar dan harus selalu diturut semua kemauannya.

Terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum wr wb



-- Nur (DKI Jakarta)

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatuLLAH wabarokaatuhu..

Saudari Nur yang dirahmati ALLAH....

Anda patut bersyukur pada ALLAH dikaruniai kemandirian dan bisa beri kebaikan pada saudara anda.

ALLAH ingakan kita agar selalu menjaga sikap kita sehingga melahirkan sikap baik dan terpuji kepada orangtua kita, meskipun perintahnya salah. Dan tidak oleh ditaati. Jadi ditolak dengan cara sebijak mungkin. Sebagaimana firman ALLAH SWT';

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. QS. Luqman 15

Kalau sekedar perbedaan pandang tentang pengelolaan bisnis atau dana....maka jangan tunjukkan anda prontal tidak suka. Sebaliknya bisa tunjukkan kata-kata penghargaan pada pendapatnya walaupun anda tidak akan mengikutinya.  Ingat beliau sudah lanjut usia, pasti akan semakan proteksi atau cerewet. karena itu ALLAH meminta kita sebagai anak semakan shabar dan tetapa mendudukkan kedua orang tua dalam posisi dihormati;

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24 

23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia

24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". ÙŽQS. Al Isra'

Tidak mengapa anda menjaga jarak dalam bekomunikasi

untuk menghindari keburukan terjadi.

Maaf apakah orangtua suka diberi hadiah? berikan hadiah apa yang ia butuhkan. Tunjukkan bahwa anda tetap memperatikannya.

Semoga ALLAH memperkuat kesabaran dan toleransi anda kepada beliau.

WaLLAHU a'lam 

 

 

 

 

 

 



-- Selamet Junaidi