Dosa Menyiksa Batin

Pernikahan & Keluarga, 11 Juli 2017

Pertanyaan:

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

mohon maaf sebelumnya sudah mengganggu waktunya. saya berharap entah kapan suatu saat pesan saya bisa terbaca. ikhwan, selama ini saya adalah pendosa besar. sejak SD saya melakukan banyak dosa, mulai yg terkecil sampai yg besar. sampai dua bulan lalu saya akhirnya dibukakan jalan utk bertobat dan menyadari semua kesalahan & dosa saya dan kembali pada jalan Allah yg MAHA BENAR. saat ini saya sedang menjalani proses pertobatan saya. saya sudah mulai kembali ke sajadah, ke masjid.. memohon ampun kpd Allah Swt. namun ada satu hal yg saya belum mampu mengatasinya, yaitu menyangkut salah satu dosa besar saya. saya sudah memohon kpd Allah, di setiap sholat wajib saya, di setiap sholat malam saya, saya memohon pertolongan dan petunjuk kepadaNya dan saya sangat yakin Allah Swt. pasti akan menolong saya. saya menulis ini hanya ingin tau bagaimana sudut pandang dari ikhwan agar saya bisa mantap dlm mengambil keputusan. saya telah berzina, ustadz. maaf jika saya mengganggu ikhwan dengan permasalahan ini tapi saya harap ikhwan sudi membantu. saya memiliki seorang istri. kami menikah tahun 2007 dan dikaruniai seorang putri berusia 9 tahun. tahun 2009 saya bertemu seorang rekan kerja wanita. singkat kata, kami mulai menjalin hubungan khusus. awalnya saya hanya iseng dan tidak tertarik, tdk punya perasaan terhadap dia. tapi lama kelamaan akhirnya saya sayang sama dia dikarenakan dia punya rasa sayang yg begitu besar buat saya. hal ini berlanjut hingga april 2017. selama bertahun2 kami menjalin hubungan, sebenarnya beberapa kali juga saya ketahuan oleh istri saya, selalu lewat handphone. meski marah & kecewa, istri saya selalu kembali menerima saya. selama ini istri hanya tau kalo hubungan perselingkuhan kami hanya sebatas bertemu dan jalan-jalan. tapi sebenarnya jauh lebih dari itu. saya berzina, ikhwan. kami berhubungan badan hingga puluhan/ratusan kali hingga wanita itu 2 kali mengandung dan 2 kali juga kami melakukan aborsi. sebenarnya wanita itu tidak mau melakukannya, hanya saya yg memintanya. tapi karena begitu sayangnya dia pada saya, akhirnya dia menuruti. waktu berlalu dan perasaan sayang di antara kami semakin besar. sebenarnya hubungan saya dengan istri tdk ada masalah. istri saya wanita yg sangat baik, tipe yg sangat berbakti pd suami dan merawat anak penuh sayang. hanya mungkin sayanya saja yg dasarnya seorang pendosa. singkat cerita, setelah beberapa kali istri memaafkan saya, namun pada april kemarin saya ketahuan lagi dari ponsel dan dia memberikan ultimatum. cerai atau benar2 tinggalkan wanita itu. karena rasa sayang saya yg begitu besar pd anak dan juga sebenarnya sayang sama istri, saya akhirnya memilih keluarga. saya tinggalkan wanita itu tanpa kabar sama sekali, pergi begitu saja. sejak itu, alhamdulillah saya bertobat sampai sekarang. tapi tetap mengganjal di hati saya. saya pergi begitu saja meninggalkan wanita itu tanpa kabar setelah menghancurkan hidupnya, setelah 2 kali membuatnya aborsi. di satu sisi saya merasa harus tanggung jawab pada dia, tapi di sisi lain saya harus tanggung jawab juga pada keluarga. dan yg terpenting tanggung jawab saya di hadapan Allah. saya tdk tahu harus bagaimana. hubungan saya dengan istri sekarang sangat baik. dia senang melihat saya sungguh bertobat, tapi di dalam hati saya tersiksa. namun yg saya ingin tanyakan pada ikhwan, apakah saya harus menceritakan pada istri kalau saya pernah berhubungan badan & aborsi? saya sadar kalau saya cerita mungkin bisa berujung cerai dan saya tidak mau. tapi jika saya menutupi soal itu, saya takut akan mendapat laknat dari Allah karena merahasiakannya dari istri saya, dan saya lebih tdk mau. saya harus bagaimana, ikhwan? apakah lebih baik saya cerita pada istri dan berisiko cerai daripada merahasiakannya selamanya, selamat dari cerai tapi tidak selamat dari laknat Allah ? juga bagaimana saya harus bersikap pada wanita rekan kerja saya itu, karena saat ini saya tahu pasti dia sangat terpuruk karena saya tinggal tanpa kabar ? mohon pendapatnya ikhwan. ini sungguh menyiksa batin dan pikiran saya. semoga pesan ini bisa terbaca oleh ikhwan dan akhirnya saya bisa membuat keputusan. insya Allah. mohon maaf sudah mengganggu ikhwan dengan hal hina seperti ini. terima kasih banyak. semoga ikhwan dan keluarga selalu dilindungi Allah. jazakallah khoiron



-- Dimas (Bogor)

Jawaban:

Wassalamualaikum wrwb..Saudara Dimas yang dirahmati ALLAH SWT

Semoga anda bisa merasakan dan bersyukur atas nikmat besar yang anda terima sekarang:

a. Kembaii ke jalan ALLAH

b. Bersama istri dan anak anda yang menyayangi anda dan memeri maafnya kepada anda

c. Aib anda terjaga dan tertutup, tolong jangan dibuka lagi dengan menceritakan kepada istri anda. Yang penting pertahankan taubat nasuha anda.

d. Kepada rekan kerja anda itu anda sampaikan dengan baik bahwa anda berdua sudah melakukan dosa besar dan anda sudah bertaubat plus ketahuan istri anda..Sampaikan dengan baik dan mohon maaf ikut menjerumuskan rekan anda itu dan usahakan dia sadar dan bertaubat.

Semoga ALLAH memudahkan anda tetap di jalanNYA..dan tetap istiqomah sampai akhir hayat

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi