Selamat siang.
Saya tengah sedih, saya dan suami bertengkar hebat. Sampai suami mengucap kita mending bubar sekalian, tinggal saya pulangkan kamu ke orang tua mu. Lebih dari sekali. Itu bagaimana apa sudah termasuk menolak saya?
Awal permasalahan karena saya curiga dengannya yang punya 2 hp. Tapi dia bilang itu bukan hp-nya. Itu hp temannya yang dia pinjam. Kemudian sebelum bertengkar dia ngajak saya untuk ke kampung ortu ya. Belum saya jawab. Saya langsung menanyakan masalah dia punya 2 hp. Dia marah karena dia merasa dicurigai. Kami sering bertengkar ya karena masalah2 seperti ini. Saya selalu curiga dengannya dan berujung ribut. Dan kemarin dia mengucap bubar aja sekalian.
Mohon solusi. Saya harus bagaimana. Saya sudah minta maap. Saya sudah peluk dia sampai nangis sesudah sedihnya. Tidak dihiraukan. Dia bilang dia kecewa. Sudah tidak usah peduli lagi dengan ortu saya. Tidak percaya saya lagi juga gak apa-apa.
وعليكم السلام ورØÙ…Ø© الله وبركاته
Bu Okta yang dirahmati ALLAH SWT.
Kata-kata suami anda: mending bubar sekalian, tinggal sya pulangkan kamu ke orang tua mu. Ini masih bersifat pilihan ancaman dari suami anda jika masih menaruh curiga padanya. Belum keputusan atau keputuhan talak.
Maaf usahakan selalu mengedepankan husnuzhan pada suami. Husnuzhan bisa jadi energi positif untuk meraih kebaikan dan hal-hal yang lebih baik. Masalah hp 2 seharusnya tidak jadi masalah karena belum pasti ada 2 hp berarti satunya untuk hal yang tidak baik. Karena ada juga orang yang senang mengoleksi hp atau memang dibutuhkan 2 hp.
Mulai sekarang anda biasakan husnuzhan sebagaimana sabda RasuluLLAH saw:
قَالَ رَسÙول٠اللَّه٠صَلَّى اللَّه٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ ÙŠÙŽÙ‚Ùول٠اللَّه٠عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عÙنْدَ ظَنّ٠عَبْدÙÙŠ بÙÙŠ وَأَنَا مَعَه٠ØÙينَ ÙŠÙŽØ°Ù’ÙƒÙØ±ÙÙ†ÙÙŠ
RasuluLLAH saw bersabda: ALLAH Azza wa Jalla berfirman :
“ AKU MENGIKUTI PRASANGKA HAMBAKU TERHADAPKU
DAN AKU SELALU BERSAMANYA ketika IA MENYEBUT KU”.
( Bukhari 6856 Muslim 4832 )
Sibukkan diri anda untuk memikat suami anda dengan kelembutan, ridla dengan pemberiannya, pelayanan yang tulus, Dan tawakkallah kepada ALLAH SWT.
Semoga Anda pandai menahan emosi dan meniptakan nuansa dan suasan sejuk dalam keluarga. Berbahagialah.
WaLLAHU a'lam