Melanjutkan Pernikahan Atau Bercerai

Pernikahan & Keluarga, 20 Agustus 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Mohon ijin bertanya pak ustadz.

Saya seorang suami dan telah menikah selama kurang lebih 12 tahun, dan telah di karuniai 2 orang anak, saya akui bahwa saya menikah karna accident, selama pacaran istri saya selalu mau ketika saya ajak berzina, namun setelah menikah gairah istri saya malah menurun dan terkadang hanya untuk menyalurkan hasrat saya saja, saya harus menunggu dia tidur dan mencuri-curi sekedar membuatnya tak bisa menolak, keadaan ini di perparah dengan keadaannya setelah dia sakit stroke selama 7 tahun ini, libidonya semakin turun dan terkadang saya tidak tega untuk memaksa ketika dia menolak.

Yang ingin saya tanyakan.

1. Berdosakah istri saya karena membuat suami harus melakukan hubungan secara diam-diam terhadapnya?

2. Adakah alasan yang tepat bagi saya untuk menceraikan istri saya dalam kondisi sakit seperti ini dan sikap enggan melayaninya?

3. Di karenakan sikapnya yang seringkali dingin tersebut di atas ranjang, saya akui perasaan cinta saya lama kelamaan semakin terkikis dan hanya menyisakan perasaan tidak tega atau iba, dosa kah saya karna karna membiarkan rumah tangga saya berjalan demikian saja?

Sebagai catatan, nafkah lahir selama ini tetap saya berikan semampu saya, dalam arti berapapun materi yg saya peroleh, saya selalu serahkan sepenuhnya ke tangan istri saya dari semenjak dia masih sehat, bahkan setelah sakit pun saya selalu infokan berapa uang yg saya punya dan membelanjakan sesuai yang istri saya katakan.

 

Atas jawaban dari pak ustadz, saya ucapkan banyak terima kasih.

 

Waalaikum salam wr.wb.



-- Harrya Sani Muharom (Tangerang)

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saudara Harrya sani muharom yang dirahmati ALLAH SWT

Semoga Anda selalu bahagia karena dengan tulus bisa membahagiakan istri dan anak-anak .

1. Mohon ampunkan istri anda kepada ALLAH jika beliau selama ini menolak ajakan anda untuk berhubungan sex.  

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjangnya, lalu istri tidak mendatanginya, hingga dia (suaminya –ed) bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tetapi suami yang bijak juga intropeksi diri jangan jangan ada sifat dan sikap suami yang membuat istri kesal dan tak bergairah lagi atau karena sebab lain. Perlu pendekatan dan komunikasi hati ke hati agar istri mau terbuka.

Juga bertaubatlah kepada ALLAH atas dosa-dosa masa lalu dari dosa hubungan suami istri ketika masa pacaran. 

2. Anda harus menahan diri dan menjadi suami terbaik untuknya. Ingat selalu bahwa Anda pasti bahagia ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi istri Anda. Kewajiban anda sekarang harus ditunaikan lebih sungguh-sungguh dan ikhlas. ALLAH pasti memberikan kebahagiaan untuk Anda.

3. Bila suami melalaikan tugasnya pasti berdosa. justru sikap melalaikan kewajiban inilah yang membuat hati anda semakin tidak merasa bahagia. Setiap perbuatan kita baik atau buruk pasti kembali kepada pelakunya.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi