Assalamualaikum wr.wb. Ustadz...
Saudara saya bercerita pada saya bahwasanya dia pernah terjerumus dosa besar, yaitu berzina kepada dua orang laki-laki yang juga dikenal baik oleh suaminya, karena merasa menanggung beban/masalah kehidupan sendirian ditambah merasa tidak diperhatikan/diabaikan oleh suami. Karena memang pada dasarnya suaminya ini adalah orang yang cuek. Saudara saya sudah berusaha meminta maaf pada suami serta bertaubat, ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan solehah untuk suaminya. Suaminya memang sudah memaafkan. Namun suaminya seringkali mengungkit masa lalu istri apabila sedang marah. Istri sudah sering mencoba mendiskusikan masalah rumah tangga tersebut dengan suaminya, namun suami mengatakan kalau masih mau bersama ya seperti itu, rumah tangga yang hambar. kalau ingin suaminya sikapnya berubah baik pada istrinya, sang suami mengajukan syarat pada istri bahwasanya istri harus menemui dan meminta maaf pada istri selingkuhannya. Saudara saya bimbang pak ustadz, karena di satu sisi ia ingin supaya rumah tangganya baik kembali, disisi lain ia takut menambah dosa dan membuka luka lama karena membuka aib yang sudah ia tutup sekian tahun lamanya kepada istri selingkuhannya dulu. Ataukah lebih baik mereka bercerai saja karena sang suami masih menyimpan dendam dan sakit hati sehingga berpengaruh terhadap kondisi rumah tangga saudara saya walaupun bertahun tahun lamanya?
Mohon pencerahannya pak ustadz agar saudara saya bisa lebih tenang dan Istiqomah dalam menjalani hidup yang lebih baik. Terimakasih sebelumnya.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Wa'alaikumussalam wr.wb.
Berikut ini coba kami sampaikan beberapa catatan singkat terkait problem keluarga sang saudara diatas:
1. Permintaan atau syarat dari sang suami tersebut tidak bisa dibenarkan. Karena disamping itu berkonsekuensi membuka aib lama yang sudah sewajibnya ditutup rapat-rapat, juga hampir bisa dipastikan dampak madharat lebih besarlah yang justru akan terjadi. Antara lain kemungkinan bubrahnya keluarga mantan selingkuhan tersebut, wabilkhusus jika selama ini istrinya belum pernah tahu tentang perselingkuhan yang terjadi. Sehingga saran kami ya jangan dipenuhi dan dilaksanakan!
2. Ditambah lagi, andaipun syarat dan permintaan tersebut dipenuhi oleh istri, kami juga sangat tidak yakin bahwa sang suami akan benar-benar bisa memenuhi janjinya, dengan membuat hubungan rumah tangga dengan istrinya jadi lebih baik dan lebih harmonis. Karena jika dia memang sungguh-sungguh dalam niat dan keinginannnya ke arah sana, maka syarat penyesalan dan tobat istrinya seharusnya sudah cukup. Kami justru agak curiga syarat yang dimintanya itu hanya sekadar pelampiasan amarah atau semacam dendam ke pihak sana saja! Wallahu a'lam.
3. Lalu langkah apa yang sebaiknya ditempuh? Yang terbaik adalah dengan melakukan upaya pendekatan dan penyadaran terhadap si suami tentang tidak baiknya syarat yang diminta itu. Tapi untuk menjalankan langkah ini harus dipilih seseorang yang dihormati dan didengar kata-katanya oleh sang suami. Semoga Allah memberinya hidayah.
4. Selain itu tentu upaya-upaya istri yang wajib terus ditingkatkan dan dispesialkan dalam rangka membuktikan kesungguhan pertobatan dan penyesalannya atas prilaku masa lalu yang begitu buruk dan yang pasti sangat menyakitkan suami.
5. Sambil tentu juga tak henti-hentinya memohon ampunan dan hidayah kepada Allah Ta'ala, baik untuk kebaikan diri pribadi maupun untuk kemaslahatan dan keharmonisan hubungan keluarga.
6. Sementara perpisahan dan perceraian harus menjadi opsi pilihan terakhir setelah semua pintu perbaikan memang sudah benar-benar tertutup rapat.
7. Kami turut mendoakan...
Demikian jawaban yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat..