Mitos Kebo Balik Kandang

Pernikahan & Keluarga, 22 Desember 2018

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb. Saya Vera. Saya mempunyai sedikit masalah dengan hubungan saya. Saya sekarang mempunyai pacar. Dan kami memang sudah membicarakan ke jenjang pernikahan. Keluarga pacar saya pun sudah merestui hubungan kami. Tetapi keluarga saya yang masih kental dengan adat jawa sama sekali tidak setuju dengan hubungan kami karena alasan "kebo balik kandang" atau "balik wineh". Mereka tau kalau pacar saya tinggal satu desa dengan ayah saya tetapi pacar saya lahir bukan di desa itu. Tetapi saya bingung apakah mitos " kebo balik kandang" masih berlaku? Padahal saya sudah berharap besar dengan pacar saya. Dan sekarang kami hanya bisa berdoa berdoa dan berdoa agar Allah memberi jalan kepada kami. 

Intinya saya mau bertanya apakah mitos kebo balik kandang itu masih berlaku jika oacar saya tidak lahir di desa tersebut? Dan bagaimana jjika masih berlaku. Saya sudah benar-benar putus asa.



-- Vera Octavi (Kediri)

Jawaban:

أاسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudari Vera Oktavi yang dirahmati ALLAH SWT

Namanya saja mitos cukup jadi cerita saja tidak lebih. Apakah bisa diterima akal kalau menikah itu harus dengan orang yang tinggal di lain desa bisa menjamin bahagia dan harmonis sebuah keluarga? Dan sebaliknya berdampak buruk jika menikah dengan orang yang tinggal satu desa? Bisa diterima akal?

Kalau ada yang menyanggah ini kepercayaan turunan dari nenek moyang. Kepercayaan atau masalah keyakinan itu ruang lingkup agama. Sebagai seorang Muslim kita harus berpegang pada ajaran ALLAH dan Rasul-NYA. Masalah kebo balik kandang, tidak ada dan tidak dibenarkan dalam Islam.

Larangan menikah dengan seseorang yang satu desa  tidak ada dalam Islam. Jangankan dengan orang yang satu desa, dengan satu RT dengan anda saja boleh . Atau bersebelahan rumah . Yang pasti tidak ada bahayanya bila anda menikah dengan orang yang berdomisili satu desa dengan anda. 

Larangan tersebut di atas adalalah ajaran kejawen bukan ajaran Islam.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi