Suami Ingin Balas Dendam

Pernikahan & Keluarga, 13 Januari 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz,

Saya mempunyai masa lalu yang buruk yang kejadiannya beberapa tahun setelah menikah dan punya anak 1. Hingga saat ini, suami masih saja suka mengungkit masa lalu saya saat kami bertengkar hebat. Padahal saya sudah berusaha bertobat dan berusaha menjadi istri yang solehah. Hubungan kami jarak jauh, karena suami kerja diluar kota. Terkadang saya yang ketempat suami, gantian dengan suami kalau ada waktu yang akan pulang kerumah. Pertengkaran kami yang terakhir kali, dia mengungkit lagi masa lalu saya hingga dia berkata, dia ingin membalas perbuatan saya di masa lalu dengan melakukan hal yang sama yang pernah saya lakukan padanya di masa lalu. Saya sakit hati, ustadz dengan perkataannya. Padahal selama ini saya berusaha berubah menjadi lebih baik. Saya merelakan untuk tidak bekerja lagi demi keluarga supaya perasaan suami lebih tenang, saya berusaha tidak membebani suami dengan uang belanja yang sebetulnya kurang tapi saya selalu mengatakan cukup, saya berusaha mengkomunikasikan keseharian saya kepada suami, saya berusaha mengalah dan berpura-pura baik-baik saja saat suami seringkali membeli barang-barang mahal untuk dirinya sendiri dan seringkali keluar ke cafe hanya untuk sekedar berkumpul bersama teman-temannya dan itu hampir setiap hari hingga larut malam. Tapi saat kami sedang bersama, dia hanya sibuk main hp, jarang mengajak ngbrol saya serta anak bila tidak ada keperluan. Jika saya protes kalau saya iri dengan teman-temannya, dan saya menegur kebiasaannya tersebut, dia akan marah dan akan mengungkit masa lalu saya dan akan memojokkan saya dengan kesalahan-kesalahan saya. Saya sangat sedih dan sakit hati, ustadz. Terkadang saat saya sangat marah pada suami tapi tidak bisa berbuat apa-apa, saya jadi melampiaskannya ke anak dengan membentaknya. namun setelah itu saya sangat menyesali sikap saya kepada anak. Ingin rasanya pergi meninggalkan suami saya dan hidup berdua dengan anak saya saja. Tapi nggak mudah dan saya tidak mampu berbuat apa-apa. Karena saya tidak berpenghasilan dan hanya mengandalkan suami. Selama ini yang saya hanya bisa lakukan hanyalah mengadu pada Alloh SWT. Saya sebenarnya lelah menghadapi kondisi rumah tangga seperti ini karena sikap suami yang tidak mendukung istri. Saya sangat bingung ustadz. Saya ingin mempertahankan rumah tangga ini. Tapi kalau suami terus menerus bersikap seperti itu, saya juga tidak kuat, ustadz.

Mohon pencerahannya pak ustadz..

Terimakasih sebelumnya..

 

Wassalamu'alaikum...



-- Wati (Surakarta )

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bu Wati yang dirahmati ALLAH SWT.

Anda harus bersyukur atas proses indah sarat hikmah dan makna perjalanan hidup Anda menjadi istri sholehah. Pertahankan dan teruskan jangan jadi lemah apalagi mau berhenti berproses. Jangan. 

Perkuat kesholihahan dan kepribadian diri Anda meskipun suami ada pada arus balas dendam. Dendam suami Anda akan semakin melemah ketika semakin nampak nyata keteguhan Anda menapaki tangga-tangga kemuliaan pribadi. Suami Anda tidak bisa membohongi hatinya bahwa istrinya seharusna makin disayang dan dicintai.

Karena itu:

1. Perkuat Keikhlasan Anda. Lakukan ini karena mengharap keridlaan ALLAH SWT

    Nikmati proses indah ini, maka sikap suami ini hal yang kecil tidak boleh  goyah 

    apalagi merusak kepribadian Anda. Rasakanlah INDAHNYA PUJIAN ALLAH 

    PADAMU.

2. Perkuat Kesabaran Anda. Sabar itu mempertahankan kebaikan yang sudah 

    dan bertahan di jalan kebaikan . Tidak sama sekali menyimpang dan akan surut 

    dengan ulah nakal suami. Sabar itu dekat dengan ALLAH, bahagialah,rasakanlah.    Janji ALLAHuntuk Anda:

   ÙˆÙŽÙ„َنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ( QS. Al Baqarah )

    Bergembiralah , jangan putus asa tunggu perubahan  suami Anda. Catatan saya, jangan terlalu over proteksi kepada suami anda. Kalaupun mengingatkannya , cari waktu yang tepat dengan cara yang lembut dan menyentuh hatinya.

WaLLAHU a'lam



-- Selamet Junaidi