Perhatian Suami

Pernikahan & Keluarga, 6 Februari 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad.

Saya mau cerita sedikit unek" yang saya rasakan.

Saya bertemu suami hanya malam waktu mau tidur aja, suami ngantor dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore, sepulang kerja kadang pulang kerumah kadang langsung ngojek (ojek online). Pulang kerumah jam 11 malem. Kalo weekend kadang pulang nya pagi. Tidur di kantor katanya (dulu tinggal di kantor sebelum nikah). Suami bilang gak enak sama tetangga kalo pulang nya terlalu malam. Padahal saya nungguin sampe pagi. Kami belum punya anak sudah 3 tahun menikah. Besoknya kerjaan rumah jadi berantakan gara" saya begadang nungguin dia pulang. Pikiran saya udah kemana" kalau dia gak pulang ke rumah, entah terjadi sesuatu hal yg buruk padanya, macem" lah. Dan dia gak pernah mau saya larang kalau ngojek malem. Selalu marah dan ujung" nya berantem kalo di larang. Sampe bilang saya gak mau bantuin dia nyari uang, uang nya buat adek nya sekolah karna kakak" nya yang lain gak ada yg bantu biaya sekolah. Padahal insya Allah gaji dari kantor cukup untuk kebutuhan rumah tangga kami.

Saya bingung harus gimana, kalau terus seperti ini saya ga sanggup. Saya pun butuh dia, bukan hanga uang dan materinya saja. Saya ingin di perhatikannya, juga memperhatikannya. Percuma aja dekat tapi terasa jauh. 



-- Rahmi (Cilegon)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Suasana damai dalam keluarga antara suami dan istri dan hubungan yang harmonis antara suami dan istri, itu harus menjadi hal paling utama untuk senantiasa diupayakan terwujud dalam kehidupan rumah tangga, karena hanya dengan suasana yang seperti itulah suami dan istri bisa mengatur kehidupan rumah tangganya dengan tenang, dan suasana yang seperti itulah yang Allah isyaratkan dalam firman-Nya dalam suroh yang ke-30 ayat ke-21

Dan kata kunci untuk mendapatkan suasana yang seperti itu adalah karunia Allah kemudian tegakknya komunikasi dan saling memahami

Komunikasi artinya bahwa suami dan istri harus siap untuk saling memberikan masukan dan diberi masukan untuk memusyawarahkan segala hal dalam rangka membangun rumah tangga yang ideal

Saling memahami artinya bahwa masing-masing dari suami dan istri harus menyadari bahwa ia adalah manusia yang tidak sempurna, yang karenanya jangan semaunya sendiri dan jangan menuntut kesempurnaan dari pasangan, karena sebagaimana kita itu punya kekurangan, pasangan kitapun juga mempunyai kekurangan

Dan yang lebioh penting dari itu semua, bahwa penentu dari segalanya adalah Allah, untuk itu dekantkan diri kepada Allah dan senantiasalah berdo'a agar Allah senantiasa berkenan untk memberikan petunjuk, kemudan dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA