Istri Dan Mertua

Pernikahan & Keluarga, 16 Februari 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum, 

Ustad, mohon maaf saya ingin minta pendapat. Saya dan istri sudah menikah 1 thn belum diberi momongan, saya anak tunggal dan istri anak tunggal. Kami tinggal terpisah, tapi tinggal tidak jauh dari rmh ibu saya. Ibu saya tinggal sendiri, karena bapak saya jarang pulang kerumah (punya istri lain). Akhir-akhir ini kami sering cekcok masalah orang tua. Saya merasa setiap ibu saya tidak dihargai istri saya, sehingga berdampak saya dendam dan membalas ke orang tuannya menyebabkan saya tidak suka. Sebenanrnya bukan tidak suka tapi ingin memberi pelajaran bagi istri saya, karena setiap kita diskusi berakhir dengan cekcok. Saya pernah berfikir untuk pisah, saya takut saat ibu saya tua tidak ada yang mengurus, mohon arahannya ustad mengenai ini. Saya bingung ustad, saya dari keluarga broken home saya gk ingin keluarga saya juga berantakan, tapi saya kawatir dengan ibu saya, ibu saya selalu mengalah. Saya sukses karena doa dan pengorbanannya.

 



-- Hamba Allah (Bogor)

Jawaban:

Waalaikumussalam wrwb.

Saudaraku yang dirahmati ALLAH SWT.

Pernikahan Anda masih sangat baru, jangan sampai mengikuti emosi untuk bercerai. Apalagi ada tergoda dengan kondisi keluarga yang Anda sebut broke home.Tetapi alhamduliLLAH anda tidak ingin keluarga yang baru anda bangun juga berantakan.

Maaf Anda harus fahami bulu potret keluarga baru ini agar lebih bijak menghadapi persoalan yang timbul. Keluarga Anda sekarang:

a. Istri Anda anak tunggal yang ingin tetap bisa merawat orang tuanya .

b. Anda anak tunggal juga ingin merawat orang tuanya . Buktinya Anda berdua tinggal t

    terpisah meskipun rumah berdekatan. Anda punya keinginan yang baik dan mulia.

Saya pikir inilah pokok masalahnya, istri Anda kurang perhatian dari Anda karena mengurus ibu, dampaknya istri Anda hubungannya kurang baik dengan ibu Anda.

Sekarang tugas Anda bukan mengurus siapa lebih utama antara istri dan ibu. Yang terbaik dan indah adalah Anda bisa mengurus kedua-duanya. Nah inilah yang harus Anda bicarakan penuh kasih-sayang dengan istri Anda bahkan juga dengan ibu dan mertua Anda. Insya ALLAH akan ada jalan terang.

Dari pada tidur sendiri-sendiri di rumah masing-masing, apakah akan lebih baik jika Anda tidur bersama dengan pembagian waktu 3 hari di rumah mertua dan 3 hari di rumah orangtua Anda dan lain-lain.

Ketika Anda membalas perlakuan istri ke ibu mertua ini jelas memparah keadaan. Jangan lagi lakukan sikap ini. Maka mana mungkin keluarga Anda akan bahagia  tanpa keridaan orangtua masing-masing.

Semoga setelah ini Anda bersikap lebih bijak dan penuh kasing sayang kepada istri . Semoga ALLAH SWT selalu mencurahkan RahmatNYA .

WaLLAHU a'lam bishshowaab.

 

 

 



-- Selamet Junaidi