Perselingkuhan

Pernikahan & Keluarga, 13 April 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb ustadz. Saya wanita usia 26th. Menikah selama 4thn karna hamil duluan. Suami sy seorang pekerja keras namun ucapan nya selalu kasar. Selama ini saya diam saya sabar, suami sering dugem2 sama temen2nya dan saya sering disuruh nginep di rumah ortu saya karna kami bekerja. Berapa kali saya liat dia pernah chat dengan wanita ga bener tapi saya diam. Kemudian ketika saya mulai lelah, saya tergoda iman saya. Saya khilaf, saya selingkuh. Sampai Akhirnya suami tau dan pergi dari rumah ortu saya. Sehari setelah ketauan saya ga boleh pegang hp, dompet dan uang saya dirampas tapi suami saya malah jalan2 dengan wanita lain dan sebulan setelah suami saya pergi dia menceraikan sy tanpa talak dan bilang ingin menikah lagi. Saya bingung ustadz. Saya menyesal saya memang salah. Saya sudah taubat, saya memperbaiki ibadah saya. Saya ingin kembali ke suami tapi suami seperti terus menyalahkan saya tanpa Introspeksi diri. Ortu saya difitnah habis2an padahal selama kami susah, ortu saya selalu membantu keuangan kami. Saya ga habis pikir. Sampai saat ini kami sedang mengurus perceraian. Suami yg mengurus tapi fitnah dan makin terus menyerang saya. Dan suami sudah tidak menafkahi anaknya. Saya mau minta nafkah dia bilang kalau kamu sudah bukan istri saya. Dia bilang akan nafkah anak tapi sampai detik ini saya tidak menerima uang nafkah itu. Uang gaji saya selama bekerja dirampas olehnya tanpa saya dikasih seleserpun. Dia bilang itu uang nafkah nya yg selama ini ditransfer ke rekening saya. Padahal itu uang gaji saya. Bagaimana ini ustadz? Saya bingung harus apa krn saya tdk bekerja lagi karna suami melaporkan saya ke kantor saya hingga saya dipecat. Terima kasih. Wassalamualaikjm



-- Yuli (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Pertama kami sampaikan ikut bersedih atas problem keluarga yang menimpa kelauarga Anda. Semoga Anda bisa bersabar dan semoga Allah berikan ganti yang lebih baik darinya.

Kedua, jika suami Anda secara moral, agama dan tanggung jawab terhadap keluarga tidak lagi bisa dinilai baik, apa alasan Anda untuk memilikinya, ikhlaskan kepergiannya, bisa jadi kepergiannya menjadi jalan Anda berhasil dalam taubat. Bisa jadi itu cara Allah untuk menjauhkan Anda dari pendamping yang tidak baik,yang tidak mampu menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

Ketiga, hendak Anda bersabar atas musibah ini, kesabaran itulah yang akan mampu menghapus dosa, meninggikan derajat. itulah sikap seorang mukmin sejati. Rasulullah saw bersabda:” sungguh menakjubkan perilaku seorang mukmin, jika dia ditimpa kebaikan ,dia bersyukur, dan itu lebih baik bagi dirinya. Dan jika ditimpa kesusahan dia bersabar, dan sedemikian itu lebih baik baginya. “.

Keempat, kami hanya menyampaikan firman Allah:” laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik,dan laki-laki yang buruk adalah untuk perempuan yang buruk”. Semoga ayat ini menjadi titik awal kesadaran kita. Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik,maka pantaskan diri dengan cara memperbaiki diri sendiri. Wallahu a’lam.



-- Amin Syukroni, Lc