Timbal Balik Masalah Sikap Suami Istri


Pertanyaan:

Assalamualaikum,,,

saya sudah menikah sudah hampir 6 tahun, dan sudah dikarunia anak umur 4,5 tahun, namun saat ini kami sedang dilanda prahara rumah tangga, masalah yang sering terjadi dalam tiap tahun kami bertengkar adalah masalah sikap, respon, sifat/watak dan karakter, saya pribadi orangnya pendiam, cuek, tapi dalam yang lain saya insyallah bertanggungjawab, sedangkan istri saya orangnya idealis lebih suka diperhatikan lebih, bilamana ada persoalan dihadapi dengan sikap diam tanpa bicara sepatah kata, 

seringkali tanpa sebab saya selalu mendapat muram, amarah yang tiba tiba sedangkan saya tidak tahu apa yang saya perbuat di mata istri saya salah apa benar, sehingga dalam hati saya tiap pulang kantor, atapun apapun itu dalam rumah selalu dihantui perasaan " salah ga,, salah ga yg saya lakukan",, padahal saya melakukan apapun itu di dalam kehidupan rumah tangga mash dalam ambang wajar,, tapi mungkin bagi istri saya dianggap keterlaluan atau tidak sesuai dengan keinginannya sehingga munculah sikap egois yang tidak mahu kalah ingin benar keduanya bagi saya khususnya sama.

kejadian ini sering dalam tiap tahun, sehingga saya berpikir apa yang salah dengan diri saya, apakah saya kurang perhatian, sikap cuek saya sikap pendiam saya harus dirubah, sedangkan beginilah karakter saya, sehingga saya punya anggapan istri saya mungkin tidak suka dengan sikap saya, istri ingin diperhatikan lebih tapi saya sendiri tidak bisa dipahami oleh istri saya sehingga terjadi cek ceok yang tak kunjung usai.

mohon untuk solusi yang saya hadapi. terima kasih



-- Kang Uci (Tasikmalaya)

Jawaban:

Wa'laikumussalaam wrwb.

Diantara tujuan pernikahan itu adalah terciptanya suasana damai dalam rumah tangga ( QS. 30:21), arena hanya dengan terciptanya suasana damailah, suami istri bisa mengatur rumah tangganya dengan baik

Yang karenanya, bisa suasana damai itu tidak terwujud, maka harus diupayakan semaksimal mungkin terwujudnya

Dan diantara kata kunci bagi upaya untuk mencapai suasana damai itu adalah Komunikasi dan Saling memahami

Komuinikasi artinya sering bermusyawarah, khususnya ketika terjadi perselisihan, untuk saling siap memberi masukan dan diberi masukan dalam rangka menyelesaikan masalah yang diperselisihkan, dan dalam hal ini harus ada keterbukaan dan keterus terangan

Saling memahami, dalam arti bahwa masing-masing (suami dan istri) harus mempunyai keyakinan yang sama, bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna, mesti ada kekurangan dan ada juga kelebihan, yang karenanya masing-masing (suami dan istri) harus mampu untuk menutup kekurangan pasangannya dengan cara menutupinya dengan kelebihannya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA