Talak Dlm Islam Dan Konsekuensi Hukum Yang Diatur Di Indonesia

Pernikahan & Keluarga, 11 Juni 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikur wr.wb

Tks sblumnya atas wkt dan ksmpatannya. 

Sy seorang PNS dan menikah thn 2008 dan sdh di karunia 2 org anak, istri sy pun profesinya PNS jg. Biduk rmh tgga km mgalami goncangan di thn 2017 disaat ekonomi sy krg baik. Disitulah sering trjadi prbdaan pndapat antara sy dg istri. Baik dg sadar ataupun tdk sadar sy ada mgeluarkan bhasa talak/dipulangkan ke ortua tp dg keadaan emosi sy mmuncak. Tpatnya thn 2018 tnpa spgetahuan sy, istri sy nikah di mdn dg laki2 lain dg bntuk srt ikatan prjanjian secarik krtas yg katanya brtindak sbg pghulu org KUA (kbnarannya pun istri sy pun ragu) dan tnpa spngetahuan wali atau kluarga bsar istri sy di aceh yg notabene ortu istri sy msh hidup. Sbg ctatan tmbahan utk mslh kbtuhan lahiriah slalu sy pnuhi trmsuk gaji bulanan dia yg slalu ambil. Mslh kbutuhan bathiniah sdh jarang smpai sy brpikir mgk krn faktor ekonomi dan sy ga ambil pusing

Cerita sandiwara ini trkuak stelah idul fitri kmrn stlah pelakor (profesi wiraswasta) dan istri sy trjadi kributan smpai mau buat laporan ke Polsek dg kasus pganiayaan, krn mmprtimbgkan tkut di ketahui dibatalkan. Dsitulah trbuka crita krn mrk tdk sadar kapolseknya kwn sy  ngopi tp tdk tau crita hub mrk slama ini dan trmsuk sy sndri sbg suami. Mmg ddlm thn ini istri sy tdk prnh tidur di rmh krn sewa rmh spgetahuan mrtua sy dg alasan km selalu cekcok di rmh tgga. Prnikahan mrk sy taksir brjalan msuk 1 thn. Pas idul fitri baru2 ini baru trbuka crita di saat silaturahmi tmpat mrtua dan lgsung sy bongkar aib yg slama ini smpai mrtua dan adik abg istri sy mrasa kcewa trhadap istri sy. Sbnarnya  sy mnaruh curiga tpatnya dr bln 8 thn kmrn lg dg tdk prhatiannya istri trhadap anak dan suami (kbutuhan bathiniah bs sy hitung) tp sy tepis mgk krn faktor ekonomi saja mmbuat dia brubah.

Spndai pndainya mnyimpan bgkai psti bau jg, itulah kuasa ilahi krn sy bgitu mncintai klrg dan kmrn dia mnta maaf trmsuk sm kluarga bsarnya dia sndri. 

Mhon ptunjuk dan msukan apa yg hrs sy prbuat baik itu dr sisi Hukum maupun msukan pncrahaan dr sisi Agama. Biar sy tdk salah melangkah.

Tks



-- Aurya Mandora (Banda Aceh)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Ketika anda mengucapkan kata "talak/cerai" kepada istri anda, maka secara otomatis jatuh talak, meskipun saat anda mengucapkannya dengan bersenda gurau atau sedang dalam keadaan emosi

Dan ketika hal tersebut terjadi untuk yang pertama kali atau yang kedua kali, maka disebut dengan istilah talak raj'i, yaitu talak yang anda bisa meruju' kembali istri anda yang telah anda cerai tersebut, dan semenjak kata-kata tersebut anda ucapkan, maka mulai saat itu istri anda dalam masa iddah (masa tunggu selama 3 X haidh), Dan ketika masa iddah tersebut berlalu dan anda tidak meruju' istri anda, maka berarti telah jatuh talak bain kecil, dimana istri anda sudah boleh untuk dinikahi laki-laki lain

Yang karenanya, kalau pernikahan istri anda dengan laki-laki di Mdn tersebut terjadi setelah berlalunya masa iddah, maka secara syar'i pernikahannya sah bila semua rukun rukunnya terpenuhi

Tetapi kalau satu saja dari rukun nikahnya tidak terpenuhi, misalnya tanpa direstui oleh walinya yang sah (bapaknya), maka pernikahnnya menjadi tidak sah secara syar'i

Dan ketika mantan istri anda tersebut bertaubat dari dosanya, kemudian anda mau kembali menikahinya, maka harus ada akad nikah kembali yang baru, seperti akad nikah saat anda menikahinya dulu

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA