Assalamualaikum pak ustadz,
saya seorang istri yg memiliki 1 anak. suami saya saat ini karirnya kian menanjak. namun tidak dibarengi dengan sikap yg baik kepada keluarga. karena tekanan dalam pekerjaan, dia memilih hiburan dengan seringnya berkumpul dengan teman-temannya hingga dini hari. padahal kami LDR (long distance relationship) dan kami hanya bertemu tiap 1-2 Minggu sekali. itupun setiap kami berkumpul selalu saja dia mengajak kami untuk nongkrong bersama teman-temannya hingga larut malam. Padahal saya mengharapkan di waktu luangnya, suami saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk ngbrol berbagi kehangatan keluarga hanya dengan saya dan anak kami. pernah saya menolak ajakannya untuk pergi ke cafe dengannya, karena takut dampaknya tidak baik untuk anak kami jika terlalu sering diajak ke cafe hingga larut malam. itupun suami lebih memilih pergi sendiri menemui teman-temannya ketimbang dirumah dengan kami. saat saya dan anak kami ada didekatnya saja, suami saya begitu, apalagi jika kami berjauhan. Jika diingatkan dia selalu marah dan bilang supaya tidak usah melarang dia, karena suami tidak wajib minta ijin atau nurut sama istri. Saat saya berjauhan dan bertanya kemana dia, plg jam brp, kenapa koq gak ngmong dulu, jawabnya "mau ngapain ngomong, aq mau keluar yaudah keluar aja,, sama aja km mau keluar yaudah keluar aja,, gausah pake ijin2 segala". malahan bikin saya sakit hati. Padahal saya menasehati dan mengingatkan yang baik. Karena dengan seringnya bergadang seperti itu, dia tidak pernah lagi sholat subuh. Bulan Ramadhan kemarin pun saya ingatkan berpuasa, dia juga tidak berpuasa karena terpengaruh teman-temannya. selain itu suami saya bilang, kalo mau disamakan dengannya, dia menyuruh saya bekerja cari uang.
Apa iya saya harus diam aja menghadapi suami saya, karena saya merasa kalo dia hanya mementingkan memenuhi kewajiban finansial saja dan semaunya sendiri kalo ada yg gak sesuai dengan pendapat saya. Tapi untuk perhatian,kasihsayang dan pendidikan agama itu urusan kesekian baginya. Lama-lama saya capek pak ustadz harus mengerti dia tanpa ada timbal balik dan kerjasama yang baik dalam rumahtangga. Mohon pencerahannya pak ustadz.. terimakasih..
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Dalam kondisi suami sebagaimana yang anda ceritakan, yang mestinya anda lakukan adalan membangun komunikasi yang baik dengan suami untuk memusyawarahkan (saling memberikan masukan) dalam rangka membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, karena suami istri ketika sudah diikat dengan akad nikah yang sah, mestinya harus saling bekersama untuk saling menyempunakan dalam rangka beribadah kepada Allah
Dan dalam kondisi seperti itu, tidak boleh bagi anda sebagai seorang istri untuk membiarkan suami dalam kesalahannya, dengan tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dan bahkan tidak mejalanakan kewajibannya kepada Allah ; shalat dan puasa dan mungkin ibadah-ibadah yang lain
Dan ketika upaya anda untuk membangun komunikasi yang baik dengan suami tidak berhasil, maka diperlukan untuk melibatkan fihak ketiga yang bisa membantu menyelesaikan problematika keluarga anda yang menurut saya harus segera diselamatkan
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.