Suami Sering Memaki Istri

Pernikahan & Keluarga, 17 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalammualaikum Ustadz,

Saya mempunyai masa lalu yg buruk karena pernah berselingkuh dengan orang lain setelah menikah karena merasa sakit hati dengan sikap suami yg acuh dan sering mengabaikan saya dan anak saya disaat benar2 membutuhkan perhatian dan kasihsayang dari suami semenjak saya hamil anak kami hingga saat ayah saya meninggal saya benar2 down. Namun suami saya tidak berusaha merangkul saya dan berusaha untuk memahami perasaan saya. padahal sering saya utarakan bahwa saya benar2 membutuhkan sosoknya saat itu. Suami hanya sibuk memikirkan pekerjaannya dan kesenangannya dengan teman2 kerjanya. Sering dia melakukan perbuatan yg juga buruk, dari mulai berkencan dengan purel di tempat karaoke, berjudi, mabuk2an, dll. Hal tersebut karena dia tinggal beda kota dengan saya. Namun suatu hari saya mengetahui perbuatannya tersebut dan saya menegurnya. Dia pun menyadari perbuatannya. Sehingga saya pun berniat meninggalkan selingkuhan saya namun tidak terima, sehingga akhirnya saya diancam berulangkali. Saya merasa takut karena merasa terancam jiwa saya, sehingga saya memberanikan diri berterusterang pada suami. disaat itulah titik balik saya benar2 bertaubat dan meminta maaf pada suami dan berusaha menunjukkan perubahan ke arah yg lebih baik untuk menjadi istri solehah. Untuk menunjukkan kesungguhan saya, saya jg telah resign dari pekerjaan yg cukup menjanjikan dan sekarang hanya mengurusi keluarga. Saya juga membatasi hubungan pertemanan selain karena malu dengan kondisi saya yang berubah drastis, juga untuk menghargai suami saya, karena mayoritas rekan kerja saya adalah laki2. Saya hanya ingin menjaga diri saya supaya tidak terulang lagi kejadian seperti masa lalu. Suami saya juga telah berusaha memperbaiki sikapnya untuk lebih perhatian kepada kami. Namun yang sangat disayangkan, saat kami bertengkar, suami saya sering menghina, memaki, pernah menyebut saya "anjing (maaf)", serta mengungkit masa lalu saya dan mengancam akan membalas perbuatan saya di masa lalu entah itu dengan berselingkuh jg atau menikah lagi namun tidak akan menceraikan saya agar saya juga mengalami sakit hati yang dia rasakan. Padahal sebenernya saya juga masih sakit hati dengan sikap dan perbuatannya dulu, namun tidak pernah terucap sekalipun kata maaf yg sungguh2 atas perlakuannya dulu. Sementara pertengkaran kami sebenernya bermula hal yg kecil, saya sering mengingatkan dia ttg agama, ttg pergaulannya dgn teman2nya. Namun dia sering tidak terima kalo saya nasehati bahwa sering keluar malam dan nongkrong hingga pagi dan berkumpul dengan teman2nya yg omongannya tidak baik dan kasar itu lama2 akan mempengaruhinya menjadi tidak baik pula. Hal ini ditambah dengan hubungan kami yg jarak jauh. Karena kami ingin pendidikan dan lingkungan yg baik untuk anak kami, sehingga saya dan suami saya memutuskan menyekolahkan anak kami di dekat rumah orangtua kami diluar kota. Bagaimana solusinya pak ustadz, karena untuk memindahkan sekolah anak kami dan tinggal bersama dengan suami saya untuk saat ini belum memungkinkan. Buat saya sungguh berat sebenernya berjauhan dengan suami. Saya sudah berusaha sabar dengan kondisi ini. Hanya saja saya ingin suami juga merasakan apa yang saya rasakan, saya sungguh merasa tertekan, jauh dari suami, terkadang stress juga menghadapi anak yg suka tidak menurut, tidak ada yg bisa diajak sharing. Saya merasa, suami saya tidak bisa prihatin terhadap kondisi saya, dia bs bersenang2, sering nongkrong dengan teman2nya, keluar jalan dengan teman2nya.

Mohon pencerahannya Pak Ustadz.

Wassalamualaikum..

 



-- Hamba Alloh (Cilacap)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuh

Ibu hamba ALLAH yang sholehah semoga selalu dalam rahmat ALLAH SWT.

Masa lalu Anda biarlah berlalu dan Anda sudah menjauhinya dan jangan pernah kembali lagi. Rasakanlah bahwa yang Anda alami sekarang adalah sebuah karunia besar dari ALLAH yang mencurahkan kasih Nya kepada Anda. Bersyukurlah dan pertahankanlah jalan indah dan agung ini.

Jagalah perjalanan taubat Anda dengan;

a. Mengakui adalah sebuah kesalahan membalas kurang perhatian suami Anda dengan berselingkuh.

b. Berjanjilah pada ALLAH SWT tidak akan mengulangi lagi perselingkuhan meskipun  suami Anda bersikap buruk pada Anda.

c. Fokuslah untuk mendalami Islam dan menjadikannya sebagai cahaya hidup Anda terutama bertekad menjadi PERHISAN DUNIA TERMAHAL yakni ISTRI SHALEHAH dengan ciri:

    1. Bila diperintah suami taat selama perintahnya tidak bertentangan dengan Islam.

    2. Bila ditinggal di rumah, Anda amanah menjaga seluruh urusan rumah termasuk              mengurus dan membina anak dengan lembut dan sabar.

    3. bila dilihat suami, membuatnya senang dan rida kepada Anda.

Adapun dengan sikap suami Anda yang jauh dan kurang perhatian, balaslah dengan point c2 di atas. Dan Anda lebih aktif menyapa beliau dengan penuh cinta, kelembutan dan kerinduan melalui hp. Semoga beliau merasakan kerinduan sehingga ingain selalu dekat dengan Anda.

perbanyak istighfar dan berdoa agar suami  dan anak Anda menjadi pribadi yang QURRATA AYUN ( Penyejuk hati ). Seperti doa yang diajarkan ALLAH SWT:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.  ( QS. Al Furqaan 74 )

Semoga dengan berjalannya waktu dengan kesabaran Anda , ALLAH akan berikah pertolonganNYA

WaLLAHU a'lam bishshawaab.



-- Selamet Junaidi