Assalamu'alaikum
saya bingung harus memulai dari mana. saya dan suami sering kali ribut hanya karena masalah sepele. contohnya baju-baju yg tergantung sudah lama tak terpakai lg (hanya 1x pakai), saya gemas liatnya akhirnya saya masukkan ke mesin cuci tp suami ngotot jangan dl itu br 1x pakai. saya yg liatnya jijik krn kepakai seharian setelah itu tergantung di belakang pintu kamar sampai 1 minggu. dan itu terjadi berulang x sampai saya cerewet ke suami agar ikut menjaga kebersihan. atau ketika dia setelah makan, di tempat cuci piring hanya piring dia, saya ingatkan utk dicuci sekalian. suami tdk menghiraukan. dan masih banyak lg hal-hal sepele yg suami tak mau diingatkan. kalau saya mengingatkannya trus malah saya yg disalahkan balik.
di sini saya perhatikan dr orang tuanya, memang orang tuanya tidak ada yg pernah mengajarkan dia utk mengerjakan pekerjaan rmh. rmh kotor pun dibiarkan saja. bertolak belakang dg saya yg selalu berusaha menjaga kebersihan rmh. krn rmh adalah istanaq, klo mau nyaman di rmh ya harus dijaga kenyamanannya.
prnh suami mengatakan bahwa dia ingin mencari lg. di situ saya serasa dihantam tepat di ulu hati. langsung saya diam, hanya mendengarkan keluhan2 dia. dalam hati saya, saya harus gimana lg utk bisa mengajak dia ikut andil dlm urusan rumah tangga? karena dari yang dia keluhkan itu, asal muasalnya dr dirinya sendiri.
saya harus bersikap seperti apa?
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Apabila ada beda pendapat antara suami istri dalam mensikapi masalah masalah dalam kehudupan rumah tangga itu adalah suatu hal yang biasa, dan bisa terjadi dalam keluarga siapa saja
Dan KOMUNIKasi (kesiapan untuk saling memberikan masukan dan diberi masukan) bisa menjadi kata kunci dalam mencari titik temu antara suami dan istrinya, Kalau komunikasi tersebut tidak bisa dibangun bersama, maka akan cukup sulit untuk menemukan titik temunya
Maka solusi berikutnya adalah menghadirkan fihak ketiga yang bisa diharapkan bisa menjadi penengah anta kedua suami istri untuk mencari titik temu
Untuk itu, cobalah bangn komunikasi tersebut, semoga Allah berrkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb