Kesalahpahaman Dlm Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 23 Oktober 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr Wb. Saya pria umur 44 tahun, Mohon saran dan masukannya, istri sering mengadukan masalah rumah tangga ke kakak iparnya,  tapi disaat diingetin jangan terlalu sering komunikasi menceritakan kondisi rumah tangga atau usaha. Tapi tanggapan istri dikira saya melarang silaturahmi. Akhirnya terjadi masalah, istri meminjamkan uang ke kepala leasing tertentu (padahal sudah saya ingetin jangan kasih, tapi ternyata dikasih juga, baru bilang ke saya) dan bahàsa istri saya merasa dr rekeningnya sendiri. Dinasehati tidak bisa akirnya saya terucap "mau pulang atau saya anterin". Padahal saya hanya terucap begitu krn emosi sering mengadu ke kakak iparnya. kmd dijemputlah kakak ipar, kemudian pulang dijemput kakak iparnya walaupun saya tidak mengijinkan.. akirnya istri saya tinggal di kakak iparnya laki selama 2 bulan, kemudian istri pindah kontrak rumah sendiri bersama ke 2 anak saya selama 9 bulan . Sebelum anak saya pindah sekolah di wilayah kakak iparnya, sudah saya jemput untuk pulang lagi, waktu itu tidak mau. Dgn berjalannnya waktu setelah anak saya lulus sd & sma.. anak sd saya pengen pulang sekolah di wilayah kita tinggal lagi. Akirnya saya jemput kemudian kita serumah lagi, tapi sampai saat ini istri saya masih membenarkan akan masukan dr kakak iparnya dan saudara yg laennya.. istri lebih percaya saudaranya dr pada percaya saya.. untuk menyikapi hal ini istri saya sarankan saya ajak ke konselor rumah tangga bareng bareng, tapi tidak mau.  Mohon saran dan masukannya, terimakasih    



-- Tiyo (Cikampek)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Salah satu kata kunci bagi terbangunnya kehidupan rumah tangga dengan baik adalah KOMUNIKASI, arti berjalannya komunuikasi (kesiapan untuk saling memberi masukan dan menerima masukan) antara suami dan istrinya, untuk itu, segala masalah yang terjadi antara suami istri, sebaiknya diselesaikan dengan cara komunikasi untuk saling memberikan masukan dalam upaya mencari solusi dari masalah yang terjadi

Oleh karena itu, ajaklah istri anda untuk duduk bersama dalam suasana yang baik untuk saling memberikan masukan, kalau diperlukan bisa saja dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kopetensi untuk menjadi penengah

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA