Suami Saya Tidak Menafkahi Saya

Pernikahan & Keluarga, 11 Januari 2020

Pertanyaan:

suami tidak menafkahi saya sudah bertahun tahun. assalamualaikum.....
suami saya adalah seorang sarjana tapi sejak resign dari perusahaan sampai sekarang dia sudah tidak bekerja pernah suami saya berbisnis tapi selalu gagal sehingga dia tidak bekerja sampai sekarang dan terlilit hutang. saya bekerja banting tulang untuk melunasi hutang dan membiayai sekolah anak2 karena waktu itu suami saya pulang ke rumahnya dengan alasan bekerja tapi hasilnya juga tidak ada . setelah beberapa bulan dia kemabli lagi dengan tangan kosong
pertengkaran di rumah tangga saya kerap terjadi karena setiap kali saya menanyakan kapan mencari kerja pasti suami saya marah dan menganggap dia tidak berkewajiban menafkahi kami karena tidak memiliki pekerjaan dan tiap kali bertengkar suami saya selalu memaki saya mengatakan saya sampah dan mengatakan cerai saja jika saya sudah tidak tahan dengan keadaan dan menginginkan uang banyak. saya sempat depresi dan stress, sering menagis dan mengurung diri di kamar untuk beberapa bulan ibu dan keluarga saya sampai tidak tega melihat keadaan saya waktu itu.
sekarang saya sudah ada pekerjaan dan upahnya lumayan untuk membiaya anak kuliah dan biaya sehari2 bahkan hutang sudah saya bayar lunas tapi toh suami saya masih tetap sama. sekarang suami saya keluar 40 hari (jamaah tabliqh) saya memberikan sejumlah uang untuk biaya selama keluar di jalan Allah tapi baru beberapa hari suami saya menelpon minta dikirim uang.
keadaan ini sudah berlangsung selama bertahun tahun saya ikhlas bekerja tapi kalo terus terusan begini saya juga tidak mampu menjalaninya. suami saya orang yg berpendidikan kuat dan sehat di bandingkan dengan tetangga saya yg tidak berpendidikan tapi tetap berusaha menafkahi keluarganya . saya bertahan karena berharap dia bisa berubah tapi saya juga manusia dan ada keinginan untuk berpisah dengannya  apakah saya berdosa?



-- Dea (Makassar)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Aktifitas dakwah suami anda yang merupakan ibadah yang muia tersebut tidak kemudian bisa menggugurkan kewajibannya sebagai seorang suami yang bertanggungjawab memberikan nafkah kepada kelarganya dan menjadi pemimin dan teladan bagi keluarganya

Dalam kondisi sebagaimana yang anda alami, seyogyanya anda bangun komunikasi yang baik dengan suami dan ajaklah duduk sementara waktu untuk memusyawarahkan (saling untuk memberikan masukan) bagi upaya kebaikan ruamahtangga bersama

Ketika komunikasi yang baik telah anda bangun tetapi suami tetap saja dalam kebiasaannya senantiasa keluar untuk dakwah dengan mengabaikan kewajibannya sebagai seorang suami, maka hadirkan fihak ketiga yang mempunyai kopetensi untuk bisa menjadi penengah

Meminta cerai, bisa saja anda lakukan, ketika upaya optimal untuk memperbaiki keadaan sudah buntu dan sulit untuk memndapatkan solusi

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA