Perbedaan Soal Jumlah Talak Antara Saya Dan Suami

Pernikahan & Keluarga, 9 April 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya izinkan saya bercerita dulu awalnya. Dulu sekitar awal menikah saya merasa pernah ditalak suami saya, saya juga gak begitu ingat kejadiannya bagaimana soalnya sudah lama dan saya gak begitu paham agama singkat cerita saya pernah bertanya soal mengenai talak saat haid pada seorang ustadzah beliau jawab talak saat haid itu gak sah, talaknya gak jatuh. terus saya tiba" ada percekcokan antara saya dan suami terjadi talak saat itu sy lagi haid karena katanya talak saat haid gk sah kami pun berbaikan..singkat cerita masuk tahun ke ke 2 pernikahan kami ribut lagi di situ terjadila talak lagi sy bertanya lagi sama ustadzah yg lain beliau jawab yg penting suami gk ucapan talak 3 sekaligus maka tetap jatuh talak 1.. akhirnya kamipun berbaikan terus ini ke jadian 2 tahun lalu kami ribut besar sy dengan kesal minta talak 3 sekaligus sama suami, suami karena merasa terpojokkan akhirnya mengucapkan kata talak tapi menurut beliau dia tdk mengucapkan talak 3 cuman kata talak saja saat itu dan saat itu sy lagi dalam keadaan haid juga... karena kata ustadzah yg dulu talak saat haid gk sah kamipun berbaikan.. singkat cerita sy menonton ceramah salah satu ustadz di YouTube di situ beliau menjelaskan kalau talak 3 itu ada proses bukan sekaligus..lah sy bingung karena dari awal sy gk tau kalau ada perbedaannya pendapat soalnya talak dalam hal ini sy kira kalau di talak setelah rujuk talaknya hilang seperti yg di jelaskan ustadzah sy dan sy juga baru tau kalau talak saat haid ada perbedaan pendapat....terus sy bicaralah sama suami harusnya kita sudah berpisah karena sudah jatuh talak 3 tapi suami menjawab sy tidak pernah mentalak kamu 3 kali sy baru mentalak kamu 2 kali itu menurut beliau.. akhirnya kamipun berkonsultasi ke KUA dari KUA menjelaskan bahwa kalau suami merasa baru mentalak 2 kali maka baru jatuh talak 2 dan sampai sekarang kami masih bersama dan sy masih tetap melayani beliau sebagai seorang istri..cuman kadang tiba" rasa was-was itu muncul bagaimana kalau sudah jatuh talak 3 pokoknya pikiran negatif selalu muncul... karena memang sy dan suami gk begitu paham soal hukum" jadi pas Ustadzah bilang sy ikuti tanpa cari tau kalau ada perbedaan pendapat tolong penjelasannya ustadz

1.apaka benar baru jatuh talak 2 dan kami masih sahkah sebagai suami istri...

 



-- Ayu (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb. 

Jika sudah konsultasi ke pihak KUA dan sudah dijawab baru talak dua, ya sudah itu saja dijadikan pegangan, tidak perlu ragu-ragu dan juga tidak usah lagi konsultasi kesana kemari yang hanya akan membuat diri semakin bingung.

Yang terpenting harus diperhatikan, diingat dan diwaspadai selalu adalah fakta bahwa, saat ini Anda berdua sudah punya "simpanan" talak dua atau dua talak. Sehingga wajib diupayakan benar, agar jangan sampai terjadi talak lagi setelah ini. Karena jika ada talak sekali lagi, maka hukum talak tigapun otomatis jatuh, yang berarti setelahnya kalian berdua sudah tidak bisa rujuk kembali. Kecuali jika Anda sudah nikah dengan lelaki lain lalu dia menceraikan Anda dalam proses pernikahan dan perceraian normal, yang tanpa rekayasa. Baru setelah itu, jika memang sama-sama menghendaki, Anda dan suami yang sekarang ini bisa kembali menjadi suami istri lagi, namun tentu harus dengan proses akad nikah baru seperti akad nikah pertama dulu. 

Demikian tanggapan singkat dari kami, semoga bermanfaat.



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA