Tidak Bisa Beragumen Dengan Suami

Pernikahan & Keluarga, 10 Juli 2020

Pertanyaan:

saya sudah menikah 4 tahun, setiap ada masalah dengan suami, suami tidak bisa di bantah sedangkan unek-unek saya banyak, setiap saya beragumen atau menanyakan ini itu, saya selalu di suruh diam, puncaknya jika saya bicara dan beragumen saya akan di pukul, suami tidak pernah terima masukan saya, ketika saya berkeluh kesah pun suami akan marah dan menyuruh diam, ketika saya bicara saya pasti akan di pukul, anak saya masih kecil dua orang dan masih ada utang berdua, baiknya saya harus bagaimana?

terimakasih 



-- Miki (Depok)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Dan karena suami anda juga sulit untuk diajak berkomunikasi dengan baik {karena sering tidak mau untuk menerima masukan dari anda), maka pilihkan suasana yang anda yakini paling kondusif (waktu dan tempatnya) untuk mengajak suami duduk bersama dengan menghadirkan fihak ketika yang anda yakini punya kemampuan dan sekaligus dipercaya oleh suami anda, untuk bermusyawarah mencari solusi yang baik dalam mengurai problem yang anda rasakan selama ini

Ketika upaya yang optimal telah anda lakukan, tetapi solusi yang anda inginkan tetap tidak bisa dihadirkan dan kondisi tetap saja tidak bisa membuat anda damai, maka cerai barangkali bisa menjadi solusi terakhir kali yang bisa anda tempuh, sekali lagi jadikan cerai itu menjadi solusi yang terakhir kali ketika segala upaya sudak tidak lagi memberikan harapan

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrw



-- Agung Cahyadi, MA