Permisi bagaimana cara mempertahankan pernikahan yang di ambang perceraian, karena konflik materi dan semua keluarganya lebih percaya dengan omongan orang pintar bahwa saya telah selingkuh padahal yang melakukan perselingkuhan adalah sang istri karena ada mantan yang mendekatinya? apa yang harus saya lakukan?
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik
Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian
Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.
Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada.
Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah ini berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan istri anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, kalau diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik.
Ketika segala upaya telah anda lakukan, tetapi solusi yang baik yang anda harapkan tidak bisa anda hadirkan dan istri beserta keluarganya masih saja pada sikap mereka, maka barangkali cerai menjadi jalan terakhir yang bisa anda tempuh, artinya jadikan cerai itu hanya menjadi jalan yang terkahir kali yang anda tempuh ketika segala upaya perbaikan telah anda lakukan tetapi tidak juga kujung datang,
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrw