Halo konsultasi syariah.net.
Saya dari Solo, menikah tahun 2014 dan mempunyai anak 2 yg kebetulan laki-laki semua (5 thn & 3 thn). Saya mau konsultasi mengenai permasalahan rumah tangga yg sedang saya alami saat ini. Langsung aja kronologinya.
Setelah menikah di Solo thn 2014..saya dan istri saya kemudian tinggal di Jakarta, karena memang saya bekerja di Jakarta..mau tdk mau istri harus ikut ke Jakarta.
Selama di Jakarta..kurang lbh 2 bulan..istri saya hamil. Kemudian pada usia kandungan 8 bln..istri saya akhirnya memutuskan utk pulang ke kampung (solo) karena ingin lahiran di solo bersama ibu.
Setelah melahirkan anak pertama..saat itu saya memutuskan agar istri & anak pertama saya utk tetap tinggal di solo bersama kedua org tua nya, agar istri saya istri saya yg blm berpengalaman merawat bayi bisa terbantu oleh ibu mertua.
Sejak saat itu..setiap 1-2 bulan sekali saya pulang ke solo utk bertemu anak dan istri saya. Kemudian balik lagi ke Jakarta, begitu terus..hingga sampai mempunyai anak 2..saya dan istri serta anak2 saya tinggal berjauhan (jkt-solo). Tidak ada masalah rumah tangga yg serius selama ini, karena memang saya rutin pulang ke solo dan kirim uang (transfer) ke istri tiap bulan-nya..selama 6 thn.
Singkat cerita..pada akhir tahun 2019, perusahaan tempat saya bekerja mengalami krisis finansial alias bangkrut, hingga berujung PHK seluruh karyawan termasuk saya.
Setelah di PHK..saya mencoba utk mencari pekerjaan lain, tapi hasilnya masih nihil. Akhirnya saya mencoba utk menjadi driver ojek online (ojol) utk sementara sambil lowongan pekerjaan lain.
Penghasilan menjadi driver ojek online (ojol) pada awal thn 2020..sebenernya bisa meng-cover kebutuhan keluarga kecil saya, malah bisa dikatakan pendapatan saya lbh besar di ojek online daripada di perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Artinya..kondisi keuangan kelurga kecil saya masih tetap kondusif tdk ada masalah..clear.
Tapi..di bulan februari 2020 ternyata ada pandemi virus corona .Virus corona yg semakin hari semakin meningkat penyebaran-nya tak terkendali..hingga berujung diberlakukan PSBB yg terus menerus diperpanjang sampai sekarang dan sdh memasuki bulan ke 5 (Feb - Juli 2020).
Lamanya masa pandemi (virus corona) dan PSBB yg tak kunjung usai, membuat ekonomi jakarta semakin melemah karena daya beli masyarakat yg juga semakin menurun. Otomatis..pendapatan saya satu2-nya di ojek online (ojol) juga ikut menurun. Orderan yg semakin sepi tak kunjung normal dari bln feb - juli 2020 (5 bln) membuat pendapatan saya di ojol hanya cukup utk biaya kehidupan sehari-hari saya saja..dan saya tdk bisa menafkahi istri saya selama 5 bln (feb-juli 2020)
Dari sini mulai ada masalah di rumah tangga saya.
Yg saya mau tanyakan dan konsultasikan
Apakah salah saya sbg kepala rumah tangga yg sdh tdk menafkahi istri selama 5 bln..sementara saya sdh berusaha utk sekuat tenaga utk bisa menafkahi istri saya yg memang pada akhirnya saya tdk bisa menafkahi istri saya..karena kondisi (corona) yg tak kunjung usai. Sebelumnya saya sdh memberi tahu istri saya utk sedikit lbh sabar..tapi istri saya sepertinya tdk mau tahu karena sdh terlalu lama tdk dinafkahi.
Ada indikasi..istri saya mau menceraikan saya. Wa saya diblokir ama istri saya..saya tdk bisa lagi berkomunikasi dgn anak dan istri saya..sementara posisi saya sdg jatuh dan butuh dukungan moril saat ini dari istri.
Apakah dimata wanita pernikahan hanya dihargai sebatas laki2 bekerja saja..alias berpenghasilan. Bukankah saat ijab sdh berikrar saling setia suka maupun duka.
Sebagai kepala rumah tangga..saya memang akui salah..karena sdh terlalu lama tdk menafkahi istri saya lahir batin. Tapi..saya tdk bisa menafkahi istri bukan karena saya tdk mau berusaha..tapi memang kondisi saat ini yg begitu tdk mendukung dari segi finansial..tdk hanya ojol..org kantor..pengusaha pun juga ikut merasakan.
Dan sampai saat ini saya masih berharap keutuhan dlm rumah tangga saya..tapi saya tdk apa yg harus saya lakukan.
Mohon pencerahanya.
Terima Kasih
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik
Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian
Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.
Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan insyaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada.
Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah ini berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan istri anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, kalau diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik.
Sebetulnya dalam problem keluarga sebagaimana yang anda telah ceritakan, kesalahan bukan pada anda, justru kesalahan itu ada pada istrinya yang tidak sabar untuk menerima kenyataan hidup yang merupakan taqdir Allah, karena itu kehadiran fihak ketiga dalam komunukasi itu urgensinya adalah memberikan pemahaman kepada istri perihal taqdir Allah itu yang merupakan bagian inti dari keimanan seorang muslim/muslimah.
Dan ada hal yang lebih penting untuk anda lakukan, yaitu dekatkan diri kepada Allah secara optimal dengan memperbaiki ibadah anda dan optimlkan untuk berdoa kepada Allah, sertakan istri anda dalam doa doa yang anda panjatkan kepada Allah, agar berkenan untuk memberikan hidayah dan membukan hatinya
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrw