Suami Sulit Kasih Ijin Ke Rmh Ortu

Pernikahan & Keluarga, 23 Juli 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr Wb, Pak Ustad.

Sy seorang istri usia 35 th, menikah slm 3th dan memiliki seorang anak usia 2th

Saya sering melihat ada chat dewasa di hp suami saya. Setelah punya anak jg msh. Bahkan dgn teman kerja nya yg beda kota. Setiap saya tanyakan, pd akhir nya saya yg di salahkan. Saya sdh memilih kalimat dg hati2 supaya dia ga marah. Tp di anggapnya membuat emosi. Padahal yg harusnya emosi kan saya. Apa yg harus sy lakukan supaya berhenti, pak ustad?

Yg kedua, setiap saya ingin ke rmh ibu saya, suami tidak pernah mengizinkan lbh dari 1 hari. Harus berdebat dulu kalau mau di izinkann2 hari. Alasan nya, cara saya minta izin tdk membuat dia senang. Yg sy ucapkan hanya "aku ijin 2 hari ya". Pdhl ortu sy hanya tinggal ibu dan adik sy. Sy nengokin jg paling cepet sebulan atau2 bulan sekali. Tpi susah sekali utk minta waktu 2hr. Alasan nya sy hrus ingat tgg jwb sbg istri. Pdhl sebelum pergfi, sy sdh siapkan semuanya. Apakah sy dosa kalau membantah nya pak ustad? Sementara ibu sy jg ingin punya waktu lbh lama dg sy dan cucu nya. 

Terimakasih



-- Tiara (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Dan ada hal lain yang tidak boleh anda tinggalkan dalam rangka menhadirkan solusi terbaik yang anda harapkan yaitu hadirkan Allah dalam kehidupan anda, perbaiki ibadah anda, banyak banyak berdoa untuk memohon kepada-Nya agar Allah segera berkenan untjuk memberikan solusi terbaik

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA