Assalamu'alaikum.. Saya seorang ibu dari 4 anak suami meninggal 15 th yang lalu.. Waktu suami meninggal anak2 saya masih SD kls 5 yg besar.. Yg paling kecil 4 th. Tahun ke 7 suami meninggal saya dekat dengan seorang pria duda cerai hidup dg 2 anak di bawa istrinya.. Perjalanan waktu saya berhubungan dengannya ibu dan adik2 saya tidak setuju saya menikah lagi dengan alasan yang tidak jelas .. Sampai saat ini saya masih berhubungan baik dengan pria teman dekat saya tsb.. Dan ibu serta keluarga saya sudah bisa menerima pria teman dekat saya tsb.. Klo anak2 saya dari awal sudah menerima temen pria saya itu.. Persoalannya skrg teman pria saya tsb merasa tidak pede dgn keadaan ekonominya sekarang..dengan hasil yang tidak menentu tapi dia masih terus bekerja dan berusaha.. Sedangkan anak2 saya no 1 dan 2 sudah bekerja dan menopang hidup saya.. Teman pria saya tsb menyerahkan kepada saya keputusan apakah kami harus menikah atw tidak.. Krn dia usaha nya yg tidak pasti.. Apakah saya harus tetap maju menunggu sampai dia mapan atw saya harus mundur.. Mengingat saya sayang sama beliau dan merasa kasihan.. Krn dulu anak2 saya kecil beliaulah yg membantu saya baik moril maupun materil.. Atw bagaimana sebaiknya sikap saya menghadapi ini.. Mengingat hubungan kami yang sudah terjalin cukup lama.. Mohon pencerahannya.. Terimakasih.. Wassalam
Waa'alaikumussalaam wrwb.
Rencana anda untuk menikah dengan pria yang anda sebutkan tersebut sebaiknya tidak anda putuskan seorang diri, komunikasikan niat anda tersebut ke keluarga besar anda dan anak-anak, ajaklah mereka untuk duduk bersama dalam suasana yang kondusif untuk memusyawarahkan rencana anda, sampaikan kepada mereka kondisi yang sebenarnya dari calon anda termasuk masalah ekonominya
Kalau semuanya telah mendukung rencana anda, maka mohonlah petunjuk kepada Allah dengan shalat istikharah, setelah itu baru sampaikan kepada calon anda dan hadirkan dia dalam pertemuan keluarga anda, dan kalau dia siap untuk menikahi anda, mintalah komitmennya dan kesiapannya menjadi suami yang bertanggungjawab bila benar benar nanti jadi menikah
Demikian, semoga Allah berkenan juntuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bioshshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.