Assalamualaikum
Ustzh. Sy sdh menikah 9 th sdh punya anak 2. Sy kerja di rs swasta. Setiap HR sy kerja pagi smpe sore. Pulang dirumah anak2 belajar jg sm sy. Suami sy tdk Bekerja. Dia tdk tau kerja. Dirumah rajin ji nyapu bersih2. Sy masih tinggal SM org tua ad usaha toko. Sy pernah bilang belajar belanja biar tau nti jaga toko sj. Krn org tua jg sdh tua skli masih jaga toko. Krn suami tdk mau jaga toko. Belanja pun sy. Sy jg usaha online kadang antar barang jg sy. Dia mau belanja klo SM sy. Mau antar barang pelanggan klo sy jg ikut. Disini kadang sy lelah pagi smpe mlm sy kerja. Maksd sy ringankan beban ku. Krn lelah fisik jg klo semua sy yg kerjakan. HR libur sy rasa hari istimewa bersama keluarga bisa santai sm dan anak2. Tp itu selalu dia minta pulang kampung. Kadang tanpa minta izin baik2 SM sy dia sdh pergi. Ini puncak nya sy marah skli mi. Dia pergi sy datang lihat dia TDR SM anakku. Sy pergi antar barang. Trus smpe dirumah dia sdh siap2 pulang kampung LG di depan pagar sdh mau pergi. Emosi sy sy bilang jgn mi pulang sy tdk izinkan. Dia bilang terserah. Trus sy bilang klo kmu pergi tdk usah pulang kembali kerumah.
Mgkin lelah hati sy ini terucap dgn kata2 itu
Suami kayanya selalu merasa singel ga butuh istri tempat minta izin
Rasanya dia selalu ingat mau kekampung padahal sdh ada anak istri
Mestinya lebih diutamakan itu rumah dgn anak dan istri dr pada dikampung jg. Org tua nya sdh tdk ada
Sy ustaz/ustzah tdk apa2 klo kmu tdk bisa kasi sy uang. Sy akan berusaha sendiri.
Krn selama menikah dinafkahi kaya dikasi uang jajan aja. Sy ngerti jg Krn suami tdk kerja. Dan tdk suka kerja SM org. Makanya sy pikiran kan cari kerja aja online antar mi barang bantu sy tdk mau jg. Belaja jg bgtu sy semua. Yg ada pikiran tanggung jawab ke istri dan anak. Padahal sy ga masalah kamu kerja apa sj yg penting halal. Keluarga sy berpendidikan tp sy tdk malu klo misalnya dia mau kerja apa aja tp orgnya memang ga tau kerja
Sy berumahtangga pikiran skrg yg penting qta sm2 anak aja. Selama sy masih kuat ga ap2 sy yg cari uang buat anak2 dan suami. Tp itu yg sy ga suka selalu minta kekampung. Bgmna sy semestinya ustazh?
Sy sdh ucapkan jgn pulang kerumah.
Krn apa LG yg sy harapan. Suami ga nafkahi sy iklas. Yg penting qta sm2 aja. Tp pikiran selalu mau ke kampung. Kira2 sy salah kah ustzah. Lelah kurasa dia begtu terus. Sdh sy bicarakan ini secara halus dan baik jg. Ini cara keras yg sy lakukan sdh pke titik.
Klo kmu pergi jgn kembali. Tp dia tetap pergi
Sy jg sedih. Mesti apa sy ustazh sy bingung.
Tolong kasi sy solusi ustzah. Syukron ustazh
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik
Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian
Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.
Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah
Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi dalam upaya bersama mencari solusi terbaik
Dan satu hal yang tidak boleh anda abaikan disamping upaya diatas, yaitu upaya optimal untuk lebih mendekat kepada Allah dengan memperbaiki ibadah anda dan senantiasa memohon solusi kepada Allah dalam doa doa yang sungguh sungguh
Ketika upaya yang optimal telah anda lakukan, tetapi solusi yang anda inginkan tetap tidak bisa dihadirkan dan kondisi tetap saja tidak bisa membuat anda damai karena suami masih saja tetap dengan sikapnya, dan anda sudah lagi tidak sabar dengan kondisi rumah tangga anda, maka cerai barangkali bisa menjadi solusi terakhir kali yang bisa anda tempuh, sekali lagi tentunya setelah upaya yang optimal sudah tidak lagi bisa diharapkan menghadirkan solusi dan anda sudah merasa lelah dan tidak lagi sabar dengan kondisi tyersebut
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrw