HP Suami Sering Di Password

Pernikahan & Keluarga, 17 Agustus 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Pak ustad saya seorang istri n ibu dari 4 anak. alhamdulilah usia pernikahan saya sudah mencapai 26 tahun. sejak menikah hingga sekarang sayalah tulang punggung keluarga. suami saya pernah kerja namun hasilnya sangat tdk memadai. akhirnya saya yg hrs kerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi skr kondisi semua anak kuliah 3 orang n 1 pesantren. tentu saja saya hrs semangat untuk memenuhi kebutuhan finansial. suami saya sejak kelahiran anak saya ke 4 tdk bekerja hingga saat ini. dia sibuk mencari bisnis n belum kunjung jua diberi kemudahan untuk mendapatkan hasil.  Buat saya tidak masalah krn Alloh memberikan rejeki yg luar biasa,selama suami pengertian n sayang saya pikir rejeki saya juga rejeki suami. Namun yg menjadi hambatan saya adalah seringnya suami berhubungan dengan teman2nya yg kebanyakan perempuan.  Anehnya suami saya ini untuk ibasah luar biasa bagus. makanya hubungan dengan teman2 saya tidak ambil pusing hingga suatu saat saya mendapati wa suami saya yg sangat romantis dengan teman wanitanya itu terjadi di tahun 2009. kami sempat ribut n suami mengatakan itu karena saya sering mencuekan dia n sibuk dengan pekerjaan shg beberapa hal yg hrsnya dilakukan oleh seorang istri terabaikan. dan kami sepakat utk saling mengoreksi.  memang untuk hal2 kecil saya sering kali tidak ngeh krn memang beban pekerjaan yg membuat saya utk urusan kecil2 terabaikan. sampai kedaian lagi di tahun 2010 dan 2018.  Yang menyedihkan pada kasus ke 3 sampai melibatkan suami dari istri yg beromantisme dengan suami saya.   saya tetap membela suami saya dan mengatakan akan menjaga suami untuk tidak berhubungan lagi dengan istrinya itu.   saya percaya suami saya tidak aneh2.   yang terakhir saya dapati juga hp suami yg tiba2 terbuka dan saya iseng membacanya.....sedih karena disitu suami saya sampai memanggil perempuan itu mami dan dia ke suami saya dengan sebutan papi.  sebelumnya saya pernah mengingatkan suami agar sebutan ini tdk diucap utk istri orang. kata suami tidak lg dan sudah dihapus.  Namun saya baca ternyata tdk itu saja bahkan sampai mengatakan hal2 intim yang harusnya hanya diucapkan suami ke istri.....saya marah betul....namun suami hanya mengatakan maaf.  terus terang saya mual membacanya sampai kepala saya pening kok bisa segitunya.  Bahnkan saya akhirnya wa ke perempuan itu untuk menanyakan hubungan mereka seperti apa.  Dia tidak mau menjelaskan dan suami saya marah sekali dengan kondisi itu hingga mau menceraikan saya jika memang itu yg saya inginkan.   saya masih bertahan mengingat anak saya yg sedang skripsi saya takut menganggu.  Keinginan saya cuma 1 tidak ada password jika memang benar tidak ada perselingkuhan.  Menurut Ustad apa y yg  hrs saya lakukan. komunikasi  gagal krn dia tetap tdk mau membuka password kepada saya dengan mengatakan dia berhak punya privasi.  mau menceritakan pada pihak mertua dia melarang saya n mengatakan itu akan jadi beban keluarganya saja



-- Mardiah (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, berikanlah kesempatan sekali lagi kepada suami kesempatan untuk bertaubat, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda dan menjelaskan akan kesalahan bersarnya yang ia telah lakukan, dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Ketika upaya yang optimal telah anda lakukan, tetapi solusi yang anda inginkan tetap tidak bisa dihadirkan dan kondisi tetap saja tidak bisa membuat anda damai, suami kembali mengulang tindakannya, maka cerai barangkali bisa menjadi solusi terakhir kali yang bisa anda tempuh, sekali lagi tentunya setelah upaya yang optimal sudah tidak lagi bisa diharapkan menghadirkan solusi

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrw



-- Agung Cahyadi, MA