Cemburu

Pernikahan & Keluarga, 16 September 2020

Pertanyaan:

Bismillah. Saya seorang wanita yg sudah menikah dikaruniai 1 orang anak. Alhamdulillah saya menikah tanpa pacaran. Saya baru benar2 mengenal suami saya setelah menikah. Umur pernikahan kami baru 1.5 tahun.

Saat ini, suami saya dekat dengan rekan kerja nya seorang wanita yg sudah menikah dan sudah memiliki anak. Setiap hari selalu berbalas chat baik kaitan nya dengan pekerjaan maupun hanya senda gurau. Mereka juga saling berbalas memberi buah tangan. Pertanyaan saya, wajarkah jika saya cemburu dengan intensitas dan cara berkomunikasi mereka? Apakah saya harus memaklumi pola pertemanan mereka? Mohon nasihat untuk saya. Matur nuwun ustadz, jazakumullah khayran 🙏🏼



-- Fadilla (Jogja)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Kedekatan suami anda dengan kawan kerjanya yaitu seorang wanita yang sudah bersuami dengan seringnya berbalas chat itu adalah sebuah musibah dalam agama, karena sangat berpotensi akan menimbulkan fitnah, yang karenanya sangat pantas bahkan sudah semestinya anda harus cemburu, dan kalau saja suami dari wanita kawan suami anda tersebut mengetahui, saya sangat yakin iapun tentu juga akan marah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita.” (HR Bukhari no 4808 dan Muslim no 2740 dari Usamah bin Zaid).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ

“Sesungguhnya awal kebinasaan Bani Israil adalah disebabkan masalah wanita.” (HR Muslim no 7124 dari Abu Said al Khudri)

Yang karenanya, bangunlah komunikasi yang baik dengan suami, ajaklah dengan cara yang baik2 dan pilihlah waktu yang kondusif untuk duduk2 santai memusyawarahkan masalah tersebut, dan kalau diperlukan hadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk memberikan nasihat kepada kalian dan lebih kepada suami bahwa yang dilakukan tersebut adalah sebuah kesalahan

Demikian, semoga Allag berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA