Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 18 September 2020

Pertanyaan:

asalamualaikum

saya wanita bekerja yang sudah menikah dengan seorang duda anak 1. 
suami saya tipe suami yg keras namun bertanggung jawab terhadap keluarga terutama terhadap anak2 nya. kami sudah memiliki 2 orang putri. pernikahan kami sudah berjalan 9 tahun.
Tahun lalu saya mendapati sms di hp suster anak2 saya bahwa prt saya yang di rumah ditiduri sama suami saya dan posisi saya pada saat itu sdg berada di luar negeri bersama anak2 saya, suami saya tinggal sama prt ini di rmh saya dgn anak laki2 saya juga. saya langsung marah2 dan emosi menghubungi suami saya, tapi suami saya tidak mengaku, namun saya mendptkan bukti2 yang janggal yang mengarah kepada suami saya . Memang salah saya selama ini kalau malam saya tidur dgn anak2 saya di kmr anak2 saya, suami syaa tidur sndri di kamar. tp hati saya memang tdk enak sama sekali dan sering melihat cctv namun pernah syaa mau melihat cctv dr hp saya , tp tidak bs krn dimatikan sama suami saya.. 

sampai skrg saya tdk mendptkan bukti apapun dan suami saya tetap tidak mengaku.. tapi sudah berjalan 1 tahun saya blm jg bs menerima perbuatan suami saya, krn saya yakin dia melakukan itu .. saya tdk menyangka kenapa dia bs berbuat sehina dina itu dgn seorg pembantu 

apa yg harus saya lakukan, rasanya saya mau bercerai saja tapi karna memikirkan  kedua putri saya.. hati ini sakit sekali sering sekali pikiran ini kok bs buat spt ini kenapa kok bs? 

 



-- Yeyen (Surabaya)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada kaalian dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Dan dalam hukum Islam menuduh seseorang berzina dengan tanpa bukti 4 saksi yang kesemuanya menyaksikan proses zina itu adalah sebuah kesalahan yang bernilai dosa, yang karenanya seyogyanya anda segera memohon ampun kepada Allah

Kemudian, kalau suami anda tidak mau mengakui telah berzina padahal ia melakukannya, maka itu adalah sebuah kebohongan dan tentunya merupakan dosa besar yang hanya akan diampuni kalau bertaubat, tetapi kalau kemudian suami anda mau bertaubat dan mau berjanji untuk bersama sama memperbaiki diri, maka itu adalah sebuah kebaikan yang perlu dijaga bersama

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrw



-- Agung Cahyadi, MA