Pertanyaan:
Assalammualaikum Wr. Wb
Saya berumah tangga sudah lebih dari 4 tahun dan sudah dikaruniai 1 orang anak laki-laki berusia 3 tahun. Selama 4 tahun perjalanan rumah tangga kami, istri saya semakin hari semakin susah untuk diatur diarahkan bahkan di nasehati. Untuk ibadah pun haru saya suruh berkali-kali bahkan sering juga istri saya membohongi saya kalau dia sudah sholat meskipun sebenarnya dia belum atau tidak mau mengerjakan sholat. Mengerjakan sholat pun terkesan asal-asalan dan semaunya saja. Saya sudah menasehati, memperingatkan bahkan sampai mengadukan hal ini pada mertua saya dengan harapan bisa sebagai penengah, namun tanggapan dari keluarganya juga biasa saja karena keluarga istri saya penganut kejawen dan jarang beribadah juga. Kalaupun saya nasehati malah menghardik saya dan saya dihina dengan perkataan "belum pernah ibadah ke mekah aja sudah sok nasehati !!". Selama ini sampai saya berdoa pada Allah, jika memang Allah berkehendak memberinya hidayah maka segerakanlah, tapi jika memang Allah menimpakan teguran agar istri saya sadar akan dosanya maka insya Allah saya ikhlas. Selama ini saya berkonsultasi dengan guru2 agama dan ulama kenalan saya, beliau2 menyarankan agar saya menceraikan istri saya karena sudah tergolong Nusyuz (durhaka). Tetapi saya berat dengan anak saya satu-satunya, saya memikirkan bagaimana kondisinya setelah saya pisah dengan ibunya, bagaimana masa depannya, bagaimana pendidikan agamanya. Karena jika kami cerai, otomatis anak kami ikut istri saya dan keluarganya yang notabene mereka adalah keluarga yang jauh dari agama
Yang ingin saya tanyakan bagaimana solusinya menghadapi istri saya ini, semoga ada solusi yang terbaik bagi saya. Mohon bimbingannya
Wassalammualaikum Wr. Wb
--
Budi (Surabaya)
Jawaban:
Wa'alaikumussalaam wrwb.
Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik
Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian
Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama
Yang jadi masalah itu adalah, bahwa masalah yang anda hadapi sangat berat, yaitu kondisi istri anda yang sangat kurang dalam agamanya, bahkan shalat fardhu yang merupakan parameter minimal keislaman seseorangpun belum bisa ia penuhi
Oleh karena itu, kalau upaya optimal telah anda lakukan dalam membimbing istri, namun istri tetap dengan sikapnya-2nya, maka menurut kami, apa yang disarankan oleh ulama-2 yang telah anda mintai sarannya agar anda ceraikan istri anda adalah saran yang bijak dan baik, adapun kekhawatiran anda perihal masa depan pendidikan anak anda adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai apa yang sekarang ada dihadapan anda yang sudah pasti tidak baik tersebut anda pertahankan dan mengalahkan sesuatu yang belum tentu terjadi dan masih bisa diupayakan
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA