Suami Egois

Pernikahan & Keluarga, 18 Oktober 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Ustadz...

Saya ibu rumah tangga, usia 35 tahun dan sudah menikah selama 8 tahun. Dalam 8 tahun pernikahan, Alhamdulillah kami sudah dikarunia 3 orang anak, usia 6, 5, dan 2 tahun.

Saya bilang ke suami, karena memang usia saya sudah bisa dibilang tidak disarankan lagi untuk mengandung, saya minta izin suami ikut KB tapi suami tidak pernah mengizinkan. Saya khawatir jika hamil lagi, karena selain usia yang sudah bisa di bilang tidak muda lagi, anak-anak juga masih kecil-kecil. 

Dan akhirnya apa yang saya khawatirkan terjadi. Saat ini saya terlambat datang bulan 1 mingguan. Dan setelah saya testpaxk hasilnya positif. Saya benar-benar marah sama suami. Saya sempat merasa "menyesal" menikah dengannya. 

Saya merasa ingin seperti ibu-ibu lain yang bisa bebas mengatur jarak kelahiran anak-anaknya, yang punya banyak waktu untuk melakukan banyak hal.

Tapi suami saya sepertinya tak pernah mau tahu. Sempat terucap kalau saya mending memilih berpisah daripada hanya mengikuti keinginan suami saja. 

Di tambah lagi saat ini suami sudah tidak bekerja, jadi penghasilan keluarga mengandalkan dari usaha saya. Iya, saya punya usaha online yang Alhamdulillah kalau untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup. Namun, karena suami tidak bekerja, akhirnya cicilan rumah yang sebelumnya menjadi tanggungan suami, sekarang saya yang harus membayarnya. Dan jumlahnya juga lumayan bagi saya.

Karena itu saya benar-benar semakin marah, muak, kesel banget sama suami. Di satu sisi saya harus merawat, menjaga ketiga anak-anak saya yang masih kecil. Di sisi lain saya juga harus berpikir keras untuk meningkatkan usaha saya, sehingga kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi dan cicilan rumah tetap terbayarkan. Dan kini masih di tambah lagi saya hamil anak ke empat di usia yang sudah tidak disarankan lagi. 

Sempat terpikir untuk menghentikan kehamilan ini ust, di usia yang belum ada 40 hari. Tapi saya merasa takut juga. Di sisi lain saya juga benar-benar merasa depresi.

Apa yang seharusnya saya lakukan ust? Mohon untuk ditanggapi ya..

Terima kasih sebelumnya

Wassalamu'alaikum wr..wb

 



-- Dewi (Palembang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami secara khusus daan juga kepada anda tentunya dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA