Assalamualaikum Ustat ,
Saya seorang istri yang sudah menikah hampir 15 tahun lamanya dan sudah dikarunia buah hati dua. sebelum menikah memang orangtua saya sempat tidak menyetujui calon suami saya namun karena saya kekeh memilih dia sebagai suami saya akhirnya orangtua saya menyetujui kami menikah. dalam perjalanan rumah tangga kami banyak hal yang harus kami lewati dan saya pribadi merasa tidak menemukan kebahagiaan yang saya cari saya merasa suami saya terlalu banyak menuntut kewajiban saya sebagai istri sedangkan saya dari awal menikah masih bekerja untuk membantu ekonomi keluarga hingga sekarang dan suami juga meminta saya tetap bekerja. ujian kami diawal pernikah suami tempramental sering berlebihan kalau kita ribut dia tidak sungkan memukul saya dan memarahi saya dan selalu menyalahi saya. diawal saya selalu menjawab apa yang diutarakan karena setiap saya jawab dia suka mukul dan bentak saya maka setiap ribut setelah itu saya selalu diam sambil istifar. ustat apa yang harus saya lakukan 3 tahun ini suami berhenti bekerja dan saya menopang kebutuhan rumah tangga sendiri. semenjak berhenti bekerja suami memutuskan untuk menjadi supir online dan dia nekad ambil mobil dan cicilan dari awal di bebankan ke saya. saya sudah mengutarakan keberratan saya menanggung cicilan tersebut apalagi dipandemi saat ini suami tidak pernah memberi nafkah sama sekali saya harus menanggung semua sendiri saya sampai binggung ust disamping bekerja saya sll melakukan tugas dan kewajiban saya sebagai istri. yg saya sayangkan suami tidak mau berusaha u lebih baik dan mencari pekerjaan dia teralu nyaman dgn pekerjaan onlinenya padahal tidak ada hasilnya. selama 3 tahun ini saya kehilangan 2 anak saya 2018 melahirkan anak ke 3 dan hanya bertahan 9hari Allah ambil kembali 2019 lagi2 Allah kasih amanah anak Allah ambil kembali dan kami mengalami kesulitan ekonomi karena suami tidak bekerja selama 3tahun ini. apa yang harus saya lakukan ust untuk kelanjutan rumah tangga saya jujur saya sudah jenuh dan tidak nyaman menjalani rumah tangga dengan suami yg sll menyalahkan saya, kasar, mencari kesalahan saya saja tapi tidak melihat apa yg sudah saya lakukan demi keluarga. suami selalu mengancem akan meninggalkan saya dan saya yg selalu mengalah untuk minta maaf walau sakit hati ini saya lakukan demi anak2 walau hati saya tersiksa. sekian ust kurang lebih cerita saya mohon bantuannya ya ustat karena jujur saya binggung dan tertekan sama masalah rumah tangga saya. terima kasih sebelumnya.
Assalaamu 'alaikum wrwb.
Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik
Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian
Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.
Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah
Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus dalam upaya bersama mencari solusi terbaik
Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda dan berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda
Kalau segala upaya yang optimal sudah anda lakukan, tetapi suami tetap dengan sikap sikapnya yang tidak baik tersebut, barangkali cerai bisa menjadi alternatif terakhir yang bisa anda pilih
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.