Suami Selingkuh

Pernikahan & Keluarga, 22 Oktober 2020

Pertanyaan:

 

Assalamualaikum ustad,

Qadarullah wa masya'a Fa'alaa. Saya sedang mengalami musibah dalam rumah tangga saya. Saya menikah selama 15 tahun, mempunya anak perempuan berusia 9 tahun. Selama pernikahan itu, saya merasa tidak ada permasalahan berarti. Hanya cek-cok kecil yang kemudian selesai pada saat itu.

Tapi ternyata, beberapa waktu lalu (sekitar 2 bulanan), saya baru mengetahui suami saya telah selingkuh selama 2 tahunan. Saya merasa sakit hati karena selama ini dibohongi. Bahkan keluarga pun sangat kaget, karena rumah tangga kami selama ini terbilang harmonis.

Puncaknya, suami pergi dari rumah dengan selingkuhannya. Waktu awal-awal pergi, HP suami masih bisa dihubungi dan saya menanyakan kebenaran hal tersebut. Suami saya mengatakan jika memang telah dekat dengan perempuan lain, dan sudah melakukan apapun seperti suami-istri, karena khilaf. Dan dia mengatakan kalau saat ini berada di rumah orang tua selingkuhannya, di luar kota.

Sekarang sudah 2 bulanan suami saya tidak bisa dihubungi sama sekali. Saya dan keluarga suami juga tidak tahu keberadaan suami saya dan apa yang dilakukannya. Dan suami juga tidak memberikan nafkah lahir-batin kepada saya dan anaknya.

Waktu itu, saya sempat meminta suami saya untuk pulang dan memperbaiki semuanya. Tapi suami saya tidak mau, dan mengatakan suatu saat akan pulang, tapi tidak dalam waktu dekat.

Sebenarnya saya masih ingin memperbaiki rumah tangga saya. Saya ingin membicarakan masalah ini secara baik-baik dengan suami saya. Tapi saya bingung harus bagaimana, karena saya tidak tahu keberadaan suami saya dan tidak bisa dihubungi sama sekali. Segala upaya mencari juga sudah dilakukan, tapi bekum berhasil ketemu. Seperti hilang kontak sama sekali. 

Mohon sarannya ustad, bagaimana saya harus bersikap, dan apa yang harus saya lakukan? 

 

Terima kasih.

Wassalamualaikum



-- Siti (Jogja)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Dan oleh karena suami sudah sulit untuk dihubungi karena keberadaannya yang tidak jelas, maka menurut kami sebaiknya anda usahakan untuk mengumpulkan keluarga besar, baik dari fihak keluarga anda dan juga keluarga suami untuk memusyawarahkan masalah keluarga anda tersebut, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang anda yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada anda, Dan ada hal mesti anda lakukan selain hal tersebut yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda dan berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA