Suami Selalu Beranggapan ISTRI TINGGAL ISTRI

Pernikahan & Keluarga, 22 Oktober 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum bapak/ibu..
Begini pak, belakangan suami saya lg ada masalah hutang piutang, kemudian ditengah2 masalah pusing dengan hutang, ada seseorang dimasa lalu nya hadir.. dan mereka bertemu tanpa sepengetahuan saya. Yang membuat kita jadi selisih paham dan diusir dr rumah.. dan tiap berselisih faham selalu dengan mudah mengucapkan kata PISAH. Gak ada penyelesaian dengan bicara baik2.. 
Saya hubungi mantan nya itu dan memperkenalkan diri saya.
Kemudian suami saya bertemu lagi dengan mantannya tanpa sepengetahuan sya juga.. tapi kali ini dia jujur setelah dia pulang bertemu.. 
Suami saya sedikit bercerita percakapan nya sma sang mantan 
Mantan: "gua tau lu takut sma istri lu, tp lu knp nekat nemuin gua?"
Suami: "gua gak takut wa, istri tinggal istri, gua cuma lg pusing masalah hutang.. dia pergi kmrn emang gua cariin, gua tanya dia kmn.. nggak wa"
 
Dengan kata lain suami saya selalu berfikir.. Istri ya cuma istri, kalau pisah ya cm jd bekas istri/jd org lain. Beda sma anak.. mau kmn pun dan bagaimana pun anak ya tetap anak..
 
Bagaimana bila suami selalu beranggapan seperti itu pak/bu "istri tinggal istri" 🥺
 
 
 
Terima kasih.. wassalamualaikum...
 
 
 


-- Nda (Tangerang)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirkan fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan hukum Islam memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus karena kesalahannya yang menurut kami sudah terlalu jauh, lebih khusus kesalahanya dalam memandang kedudukan dan posisi seorang istri, lakukan itu semua dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Lebih dari itu, ada satu hal yang mesti anda lakukan, yaitu lebih mendekat kepada Allah untuk bermohon kepadaNYa agar Allah berkenan membuka hati suami sehingga menyadari kesalahannya dan memberikan yang terbaik untuk keluafrga anda.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA