Suami Selingkuh

Pernikahan & Keluarga, 6 Desember 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum 

Saya sudah menikah selama hampir 9 tahun. Semenjak menikah kami berhubungan jarak jauh karena alasan² tertentu. Sejak oktober tahun lalu suami berselingkuh, ketahuan oleh saya agustus 2020. Suami meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi dan berhenti berhubungan dengan pacarnya. Dan saya menyimpan masalah ini rapat² dari pihak keluarga.  Awal oktober, ketahuan kembali bahwa mereka masih berpacaran.  Saya merasa pihak keluarga harus mengetahui karena saya tidak bisa menyelesaikan sendiri. Akhirnya saya memberitahu ke pihak keluarga suami saja. Suami kembali berjanji untuk benar² menyudahi dan tidak akan berhubungan dengan perempuan itu lagi. Akhir november, perempuan itu menghubungi saya lewat wa dan telepon. Suami kaget, dan lagi² menegaskan pada saya kalau dia benar² sudah tidak berhubungan. 5 Desember, saya kembali mendapatkan bukti foto² bahwa semalam suami kembali bertemu dengan perempuan itu. Dia beralasan bertemu dengan perempuan itu karena masuh ada hal yang mengganjal dan ingin mengucapkan perpisahan karena suami akan segera di mutasi ke kota tempat saya tinggal dalam beberapa hari kedepan. 

Bagaimana saya harus bersikap? Saya kesulitan untuk kembali percaya kepada suami. Bahkan berkali² suami menyalahkan saya karena membawa masalah ini pada keluarganya.

Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apa sebaiknya saya berpisah atau tetap mempertahankan?

Pada bulan oktober suami sudah mengatakan bahwa tidak punya perasaan lagi pada saya.

Dia selalu menyalahkan atas sikap saya yang cuek semenjak kami memiliki anak. Padahal dia sendiripun selalu lalai dalam memenuhi hak nafkah dan pendidikan terhadap saya sejak awal menikah.

Terima kasih atas tanggapannya.

 



-- Nda (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus perihal konskwensi dari sebuah pernikahan, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik

Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda dan berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda

Kalau upaya optimal sudah anda lakukan, tetapi suami tetap dengan sikapnya, maka barangkali cerai menjadi alternatif terakhir yang bisa anda pilih.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA