Assalamu'alaikum ustadz..
Saya menikah sama suami hampir 2 th dan sudah dikarunia 1 org anak udh brmur 1th. Selama nikah suami saya belum bekerja, jadi selama ini nafkah dari saya & dibantu sama orang tua saya karena saya masih tinggal 1 rumah sama orang tua saya. Suami saya tiap hari cuma malas"an, tidur"an aja setiap saat, gak mau ngapa"in, bahkan bantuin orang tua saya sedikit aja gak mau. Orang tua saya sempet kesel, marah sama suami saya tapi tanpa menegur suami saya langsung, biasanya bilangnya ke saya aja. Orang tua saya kesel, marah karena anaknya & cucunya gak di nafkahin. Yang lebih bikin orang tua saya marah lagi semua harta yang saya peroleh sebelum saya nikah sama suami saya di habisin sama suami saya, dari mulai uang, perhiasan, bahkan surat tanah saya di gadaiin sama suami saya, saya juga yang disuruh bayar hutang suami saya, dan masih banyak lagi ustadz. Padahal suami juga sudah diajakin kerja bareng orang tua saya, kerja di tempat kerja ade saya & banyak tawaran kerja lagi dari saudara tapi di tolak sama suami saya. Ydh saya coba ngobrol baik" suami gimana baiknya & suami maunya pulang kerumah orang tuanya, katanya mau kerja disana, tapi faktanya suami saya sudha 1th disana tapi sampai sekarang suami saya belum bekerja juga, tiap hari masih sama, malas"an, tidur muli kerjaannya & keluarganya pun diem aja. Saya berbohong sama orang tua saya, saya bilang ke orang tua saya kalau suami bekerja, nafkahin saya, padahal mah gak. Suami minjem uang mulu ke temennya, ke saudaranya, ke tetangganya, bahkan ke beberapa saudara saya juga alasannya selalu buat saya sama anak saya padahal mah gak.
Dari sebelum nikah suami memang belum bekerja & biaya semua saya yang biayain, termasuk keluarganya juga, bahkan adeknya sekolah saya juga yang biayain. Buat nikah saya yang biayain, kebetulan kami beda kota yang lumayan jauh juga makanya biayanya double". Dari keluarga suami saya mau kesini semua yang biayain saya, bahkan mas kawin suami yang dikasih buat saya itu juga dari saya, pokoknya semuanya itu dari saya. Tanpa orang tua saya tahu tentang semua itu, karena saya selalu nutupin semua kelakuan suami & keluarganya di depan orang tua saya. Saya terima semua itu, saya berpikir suami bakalan berubah setelah menikah, ternyata belum juga.
Ketika saya hamil suami & keluarganya kurang seneng denger kehamilan saya, katanya kenapa gak nanti aja hamilnya. Padahal suami sebelum nikah bilang pengen cepet punya anak, alhamdulillah di kasih anak cepet tapi suami & keluarganya malah bilang begitu. Pas saya hamil suami gak terlalu peduli sama kehamilan saya, saya jadi jarang periksain kandungan saya ke bidan. Pas hamil ke 5bln/6bln saya bilang ke suami buat persiapin nanti pas lahiran, eh.. suami malah marah", dorong" saya, cekik saya, perut di saya di teken", dll padahal itu dirumah orang tua saya sendiri, waktu itu orang tua saya lagi di luar kota, saya dirumah sama suami & adik saya, sedangkan setiap hari adik saya jarang dirumah karena sibuk dengan kerjanya jadi gak ada yang tau kalau suami berbuat begitu ke saya. Perut saya sempet sakit banget, pas orang tua saya sudah balik dari luar kota saya putusin buat usg, betapa terkejutnya saya karena posisi bayi dalam perut saya berubah jadi sungsang, padahal sebelumnya normal" terus, saya sedih banget & tiap hari saya berdoa supaya anak saya dikasih selamat sampai lahir, alhamdulillah atas izin Allah posisi normal lagi sampai lahiran. Biaya buat lahiran pun orang tua saya yang bayar, karena waktu itu uang saya dipakai suami buat bayar hutangnya.
Suami suka hutang tapi suka bingung buat bayarnya karena suami belum bekerja & akhirnya saya yang bayar juga. Nama saya sudah jelek di keluarga & di temen" suami saya, karena suami bilang minjem atas nama saya, buat saya semua, padahal mah gak, udah gitu bayarnya suka telat" mulu.
Saya terima suami saya begitu, saya berharap suami bisa berubah, tapi kalau terus" begitu saya harus bagaimana ustadz?
Orang tua saya juga bukan orang yang suka ikut campur, bukan orang yang pemarah, tapi kalau sudah keterlaluan ya pasti ada marah.
Kadang suka kasihan sama anak, pengen ini itu tapi suami gak kasih, bahkan buat saya sendiri aja gak dikasih. Saya harus gimana ustadz?
Terima Kasih.
Assalaamum 'alaikum wrwb.
Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik
Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian
Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.
Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dan in syaa Allah akan efektif, kalau ada kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bila diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunyai kompetensi untuk menjadi penengah
Dan karena itu, seyogyanya anda tidak membiarkan masalah anda dengan suami tersebut berlarut larut tidak ada ujungnya, Untuk itu segeralah komunikasikan hal tersebut dengan suami anda, ajaklah duduk bersama dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai, Kemudian komunikasikan masalah anda kepada suami, dan saya melihat sepertinya sangat diperlukan hadirnya fihak ketiga yang kalian berdua yakini mempunyai kompetensi dalam hukum pernikahan dan kalian yakini mampu untuk menjadi penengah dalam mengurai problem yang sedang anda hadapi, sekaligus memberikan nasihat kepada suami anda secara khusus agar sadar akan khilafnya dan sadar akan kewajibannhya sebagai seorang suami, hal tersebut perlu segera anda lakukan dalam upaya bersama mencari solusi terbaik
Disamping upaya tersebut, ada hal mesti anda lakukan yaitu mendekat kepada Allah dengan optimal, memohon agar Allah berkenan membuka hati suami anda dan berkenan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga anda
Ketika segala upaya sudah anda lakukan dengan optimal, tetapi suami tetap dengan sikap2nya, dan anda sudah lagi tidak bersabar dengan kondisi yang ada, maka barangkali cerai menjadi alternatif terakhir yang bisa anda pilih.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya
Wallahu a'lam bishshawaab
Wassalaamu 'alaikum wrwb.