Suami Tidak Shalat

Lain-lain, 11 Juli 2021

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Saya adalah wanita yang baru menikah sekitar 7 bulan yang lalu. Diawal pernikahan saya, suami saya tidak pernah solat, padahal yang saya tahu dia dulu rajin solat. Hingga usia pernikahan kami 7 bulan dia tidak pernah solat kecuali saya suruh. Itupun harus melalui pertengkaran dulu dan saya sampai bicara ingin pulang kerumah orangtua karena tidak tahan dengan dia. Keluarga saya alhamdulillah adalah keluarga yang islami. Dari kecil saya sudah di ajarkan sholat bahkan puasa wajib dan sunnah. Ketika menikah saya mendapati suami saya yg tidak solat itu saya merasa sedih sekali karena dia calon ayah dari anak- anak dan dia adalah pengganti Bapakku. Dia seharusnya bertanggungjawab membimbing saya, bukan? bagaimana anak2 saya akan menjadi anak yang soleh solehah apabila bapaknya tidak solat. Berbagai cara sudah saya lakukan mulai dari memberi contoh, mengajak hingga memohon agar dia mau solat.Dia hanya iya iya saja, melalukan hanya sebentar setelah itu dia meninggalkan solat lagi. Akan tetapi jika di luar rumah, dia solat. Saya tidak mengerti mengapa di rumah dia seperti itu. Secara keseluruhan untuk sifat sikap terhadap saya sangat lah baik dalam memperlakukan. Namun sayangnya satuu itu mngapa dia melanggar perintah Allah. Saya sangat sedih, kecewa dan khawatir. 

Pertanyaan saya : bolehkan saya memberitahu orangtua saya (bapak & ibu) perihal ini? agar beliau yang akan menegur suami saya?

Apabila tidak boleh, saya harus bagaimana?

mengingat keluarga suami mohon maaf dalam hal agama juga tidak terlalu 

mohon solusinya, Terimakasih

Wassalamualaikum Wr wb



-- Hamba Allah (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Meninggalkan shalat adalah kemungkaran yang besar. Karena shalat adalah tiang agama, siapa yang mengerjakannya maka dia telah menegakkan agama, siapa yang meninggalkannya maka dia telah merobohkan agamanya.

Dalam hal mengubah kemungkaran, termasuk meninggalkan shalat, ada tahapan dalam mengubahnya, Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ï·º يَقُوْلُ: «Ù…َنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

 

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 49]

Allah swt berfirman :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An nahl:125)

 
Untuk mengubah kemungkaran suami anda lakukanlah  tahapan berikut:

  1. Nasehat secara lisan dari anda, jika tidak merubah sikapnya, anda bisa meminta orang lain yang lebih punya wibawa dan didengar oleh dia, orang itu bisa atasannya atau temannya atau orang tua anda.

Sebelum anda atau orang lain memberi nasehat, pastikan anda memiliki data yang cukup tentang sesuatu yang menjadi sebab dia meninggalkan shalat, atau sebab dia hanya mau shalat ketika di di luar rumah, agar nasehat anda atau orang lain tepat sasaran

  1. Jika nasehat yang baik tidak mengubah perilakunya, maka bisa dengan paksaan dan kekuatan. Siapa yang bisa melakukan itu? tentu yang lebih atas darinya. Bisa atasannya, atau orang yang memiliki kekuatan untuk memaksa, bisa orang tuanya, atau orang tua anda.
  2. Berdoalah. Libatkan Allah dalam urusan ini. Dialah pemilik hati dan yang mampu membolak balikkannya. Ikuti doa anda dengan kegiatan membantu orang lain,karena mereka yang membantu orang lain maka dia akan dibantu Allah swt. Rasulullah saw bersabda:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allāh menolong hamba, jika seorang hamba menolong saudaranya.

Anda sekarang sedang menghadapi masalah, libatkan Allah agar Dia mau menolong anda, cara melibatkan Allah adalah dengan peduli pada masalah sesama. Jangan bilang “bagaimana aku mau membantu orang lain, aku sendiri perlu bantuan”. Justru dengan anda membantu sesama, maka anda akan dibantu Allah swt.

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc